News Update

Hadapi Gejolak IHSG, BPJS TK Berniat Lakukan Rebalancing

Jakarta – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan (TK) mengaku akan terus memantau gejolak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) guna terus meningkatkan kinerja hasil investasi miliknya. Bahkan bila diperlukan, pihaknya akan melakukan rebalancing.

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto mengatakan, pihaknya mengaku terus menerapkan dan mematuhi regulasi atau kebijakan yang telah ditetapkan Pemerintah untuk pihaknya.

“Kalau perubahan besarannya melampaui batas regulasi kita tidak bisa, dan kita harus sesuai regulator. Tapi mungkin yang bisa kita lakukan ialah rebalancing portofolio di setiap instrumen,” kata Agus di menara Jamsostek Jakarta, Senin 3 September 2018.

Agus mengatakan, sampai dengan Juli 2018 pihaknya sendiri telah kumpulkan dana kelola sebesar Rp 333 triliun, atau meningkat 15,7% secara tahunan. Dari angka tersebut, pihaknya mengaku lebih banyak berasal dari surat utang.

Tercatat untuk portofolio investasi terdiri dari surat utang sebesar 62%, saham sebesar 18,5%, deposito sebesar 8,5%, reksadana sebesar 10% dan investasi langsung sebesar 1%.

Baca juga: BPJS TK Pastikan Pengelolaan Investasi Sesuai dan Transparan

Namun ketika ditanya mengenai akan dibesarkan pada porsi investasi mana saja dirinya masih enggan menjawab secara lebih rinci.

“Kalau portofolio urusan dapur kami, tapi regulasi sudah ada misal hanya boleh di saham, deposito, reksadana dan instrumen seperti itu, tapi besaran dan komposisi detail jenisnya menjadi ranah BPJS Ketenagakerjaan,” jelas Agus.

Sebagai informasi, penempatan dana yang dilaksanakan BPJS Ketenagakerjaan hanya diperbolehkan pada instrumen dan batasan investasi yang ditetapkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2013 dan Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2015.

Tak hanya itu, peraturan OJK yang mengatur batasan penempatan pada Surat Berharga Negara juga tertuang dalam POJK Nomor 1 Tahun 2016, POJK 36 Tahun 2016, dan POJK 56 Tahun 2017.(*)

Suheriadi

Recent Posts

OJK Beberkan 8 Aksi Percepatan Reformasi Pasar Modal RI, Apa Saja?

Poin Penting OJK dan SRO akan menaikkan batas minimum free float dari 7,5 persen menjadi… Read More

2 hours ago

PWI Pusat Bakal Terima Hadiah Patung Tirto Adhi Soerjo dan Samin Surosentiko dari Blora

Poin Penting PWI Pusat akan menerima dua patung tokoh nasional—Tirto Adhi Soerjo dan Samin Surosentiko—karya… Read More

4 hours ago

DPR Pastikan Pengganti Pimpinan OJK-BEI Bebas Afiliasi Danantara dan BUMN

Poin Penting Pengisian pimpinan OJK dan BEI dipastikan independen, tidak berasal dari pihak terafiliasi Danantara,… Read More

4 hours ago

Kredit Macet, Bisnis Gagal atau Niat Jahat? OJK Harus Berada di Depan Bank

Oleh Eko B. Supriyanto, Chairman Infobank Media Group KREDIT macet dalam perbankan bukan sekadar angka… Read More

16 hours ago

KPK Mencari “Pepesan Kosong” Dana Non Budgeter-Iklan Bank BJB, Terus Berputar-putar “Dikaitkan” Ridwan Kamil-Aura Kasih

Oleh Tim Infobank DI sebuah ruang pemeriksaan di Mapolda Jawa Barat, udara tak hanya berdebu… Read More

16 hours ago

Daftar Saham Top Laggards dalam Sepekan, Ada BREN, BUMI hingga MORA

Poin Penting IHSG anjlok 6,94 persen sepanjang pekan 26–30 Januari 2026 ke level 8.329,60, seiring… Read More

16 hours ago