News Update

Hadapi Distrupsi Digital, Perbankan Dapat Menerapkan Artificial Intelligent

Jakarta– Industri jasa keuangan dituntut untuk berubah dan bertransformasi dalam menghadapi distrupsi digital dan persaingan dengan perusahaan fintech. Salah satu upaya yang dapat dilakukan ialah dengan memanfaatkan bigdata dan juga Artificial Intelligent (AI).

Sistem Artificial Intelligence (AI) yakni kecerdasan buatan yang dimasukkan ke dalam suatu mesin atau komputer agar bisa melakukan pekerjaan seperti yang bisa dikerjakan oleh manusia. Seperti kemampuan untuk menjawab diagnosa dan pertanyaan pelanggan, perencanaan dan penjadwalan, pengendalian, serta pengenalan tulisan tangan, suara dan wajah.

“Jadi kedepannya akan beberapa hal yang merenggut pelayanan bank. Bisa rasakan karena ada Gojek dan berbagai macam e-commerce akan memakan sedikit demi sedikit pangsa pasar bank oleh karena itu bank harus dapat berubah,” ungkap Dedi Widharwanto selaku System Architect IBM Indonesia pada acara diskusi Infobank dan Multipolar Teknologi Banking Forum dengan tema Leading Digital Banking Transformation: “Disruptive Banking or Banking Reinvented?” di Ayana MidPlaza Jakarta, Rabu 28 Maret 2018.

Dirinya menjelaskan, penggunaan AI dapat memberikan berbagai manfaat dan kelebihan dibandingkan dengan tenaga manusia. Namun dirinya meyakini bahwa walau perusahaan menerapkan teknologi AI penerapan tenaga manusia masih tetap dibutuhkan.

Baca juga: Teknologi Artificial Intelligence Akan Marak Digunakan Bank

“Bila dibandingkan manusia dan Artificial Intelligence, manusia ada batasnya kalau udah jam 8 malam capek dan masih ada kesalahan kecil, kalau teknologi digital AI ini dapat membantu data dan tidak kenal waktu lelah. Namun teknologi ini saat ini dinilai belum bisa berinteraksi langsung dengan manusia,” jelas Dedi.

Selain itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga terus mendukung perbankan agar menerapkan teknologi pada pelayanannya dengan terus berkolaborasi dengan fintech dan startup.

“OJK akan selalu mendukung perbankan untuk terus mengembangkan teknologi, selain itu kami juga dorong perbankan untuk kolaborasi. Kalau tadi kita tidak lakukan ditakutkan fintech akan menguasai pasar bank,” tutup Antonius Harie selaku Plt Kepala Departemen Pengawasan dan Pengaturan Perbankan.(*)

Suheriadi

Recent Posts

Bank BPD Bali Sudah Setor Dividen Rp826 Miliar ke Pemda

Poin Penting Bank BPD Bali mendistribusikan 75 persen laba atau Rp826 miliar dari total keuntungan… Read More

13 hours ago

Rekomendasi 5 Aplikasi Nabung Emas yang Aman dan Praktis

Poin Penting Kini menabung emas bisa dilakukan di aplikasi emas yang menawarkan transaksi yang aman… Read More

13 hours ago

Mahkamah Agung AS Batalkan Tarif Trump, Begini Respons Pemerintah

Poin Penting Mahkamah Agung Amerika Serikat membatalkan tarif resiprokal Donald Trump, pemerintah Indonesia mencermati dampaknya… Read More

18 hours ago

Investasi Reksa Dana BNI AM Kini Bisa Dibeli di Kantor Cabang KB Bank

Poin Penting PT Bank KB Indonesia Tbk menggandeng PT BNI Asset Management memasarkan reksa dana… Read More

18 hours ago

Kadin Gandeng US-ABC Perluas Ekspor Alas Kaki ke AS

Poin Penting Kamar Dagang dan Industri Indonesia teken MoA dengan US-ASEAN Business Council untuk perluas… Read More

22 hours ago

Alasan Mahkamah Agung AS “Jegal” Kebijakan Tarif Trump

Poin Penting Mahkamah Agung Amerika Serikat membatalkan tarif resiprokal global Donald Trump karena dinilai melanggar… Read More

24 hours ago