Keuangan

Hadapi Disrupsi, Industri Harus Laksanakan Tiga Transformasi Digital

Jakarta – Industri jasa keuangan diharap dapat beradaptasi dan bertahan dalam menghadapi disrupsi digital yang sedang berlangsung saat ini.

Kepala Departemen Pengawasan Bank III Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Anung Herlianto menyebut, industri jasa keuangan merupakan industri yang terdisrupsi dengan cepat dalam beberapa tahun kedepan. Oleh karena itu, industri keuangan diharap dapat mengantisipasi hal tersebut.

“Industri mana yang terdistrupsi paling cepat ialah masalah timeing, namun industri financial service dinilai paling cepat terdisrupsi oleh karena itu industri harus antisipasi,” kata Anung pada Acara Infobank Digital Brand Award 2018 di Shangri-La Hotel Jakarta, Rabu 25 April 2018.

Anung menambahkan, untuk menghadapi disrupsi tersebut industri keuangan harus menerapkan tiga transformasi penting yang salah satunya ialah transformasi digital branding.

Baca juga: Hadapi Digital, Perbankan Harus Fokus Pilih Layanan

“Transformasi digital yang harus dilaksanakan ada tiga jenis yakni digital branding, digital processed dan digital services,” tambah Anung.

Untuk memperkuat digital branding, para pelaku industri harus meningkatkan layanan dan meningkatkan fasilitas guna memberikan experience yang menarik untuk nasabah.

“Lalu bagaimana transformasi digital layanan keuangan yakni memberikan kemudahan nasabah untuk bertransaksi dimanapun dan kapanpun ini yang paling penting,” tutup Anung.

Dirinya menjelaskan, saat ini kondisi pembayaran digital di Indonesia masih sebesar 25 persen, oleh karena itu para industri keuangan diharap dapat mengambil pangsa pasar digital tersebut guna dapat bertahan ditengah disrupsi.

“Transaksi digital Indonesia masih 25 persen, lebih rendah dari Korea Selatan yang sudah cashless 83 persen dan Australia di 78 persen ,” tutup Anung.(*)

Suheriadi

Recent Posts

Di FGD soal Kasus Sritex, Ekonom Ini Sebut Risiko Bisnis Tak Seharusnya Dipidanakan

Poin Penting Dalam FGD yang digelar Nusantara Impact Center, Wijayanto Samirin menegaskan risiko bisnis tidak… Read More

42 mins ago

Mayoritas Saham Indeks INFOBANK15 Menguat, Ini Daftarnya

Poin Penting INFOBANK15 menguat 0,80 persen ke 1.025,73, meski Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah… Read More

3 hours ago

5 Saham Top Leaders Penggerak IHSG Pekan Ini, Siapa Paling Moncer?

Poin Penting Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 0,72 persen ke level 8.271,76, dengan kapitalisasi… Read More

3 hours ago

IHSG Sepekan Naik 0,72 Persen, Kapitalisasi Pasar jadi Rp14.941 Triliun

Poin Penting Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 0,72 persen sepekan ke level 8.271,76, mencerminkan… Read More

3 hours ago

DPR Desak Diskon Tiket Pesawat Lebaran 2026 Naik jadi 20 Persen, Ini Alasannya

Poin Penting Komisi V DPR RI mendorong diskon tiket pesawat Lebaran 2026 dinaikkan menjadi 20… Read More

3 hours ago

Bank BPD Bali Sudah Setor Dividen Rp826 Miliar ke Pemda

Poin Penting Bank BPD Bali mendistribusikan 75 persen laba atau Rp826 miliar dari total keuntungan… Read More

20 hours ago