Tangerang–Presiden RI ke-3 Bacharuddin Jusuf Habibie (BJ Habibie) meminta perbankan untuk tetap merakyat, mengingat pentingnya peran perbankan dalam perekonomian nasional.
“Bank penting, tidak bisa lakukan pembangunan tanpa bank. Ini bank harus merakyat jangan merongrong masyarakat,” tukas Habibie saat menyambangi Digital Lounge BRI di Terminal 3 Ultimate, Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Kamis, 6 Oktober 2016.
Dalam kesempatan tanya jawab dengan wartawan, pakar teknologi yang gemar mengenakan peci ini berkisah, bahwa ia sempat mengalami masa-masa suram di industri perbankan saat naik menggantikan Soeharto sebagai Presiden RI.
“Saat peralihan dari Pak Harto saya buat 1,3 Undang-undang (UU) tiap hari, lebih dari 700 UU dalam 517 hari. Itu jadi jejak-jejak agar ke depan tidak kepleset lagi,” tutur Habibie yang saat ini sudah menginjak usia 80 tahun.
Sebagaimana diketahui, krisis ekonomi pada tahun 1998 yang dialami Indonesia dipicu oleh industri perbankan. Kala itu, tata kelola dan sistem perbankan masih jauh dari kata aman, sehingga pada akhirnya menimbulkan kepanikan kala masyarakat melakukan rush akibat turunnya kepercayaan terhadap bank.
Menteri Keuangan Sri Mulyani belum lama ini, bahkan sampai mengingatkan bahwa biaya untuk memulihkan kondisi perbankan kala itu memakan 70% dari produk domestik bruto (PDB) Indonesia. Ini utamanya dilakukan untuk mengembalikan likuiditas perbankan yang kering pasca-rush. “Itu adalah yang terbesar di dunia. Saya pikir yang comparable hanya Argentina,” tukas Sri Mulyani. (*)
Editor: Paulus Yoga
Poin Penting Menkeu Purbaya akui miskomunikasi, sebagian pengadaan motor listrik untuk SPPG ternyata sempat disetujui.… Read More
Poin Penting Livin’ by Mandiri hadirkan QR antarnegara di Korea Selatan, memungkinkan transaksi QRIS tanpa… Read More
Poin Penting Bank Dunia memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2026 menjadi 4,7 persen dari 4,8… Read More
Grab resmi memperkenalkan 13 fitur berbasis kecerdasan buatan dalam ajang tahunan GrabX 2026.Peluncuran GrabX 2026… Read More
Poin Penting Temuan PBB menyebutkan peluru yang menewaskan prajurit TNI pada 29 Maret ditembakkan dari… Read More
Poin Penting BI mencatat DPK valas Februari 2026 sebesar Rp1.367,2 triliun, relatif stabil dibanding Januari,… Read More