Ditemui di tempat yang sama, kepala Group Treasury PT Bank Mandiri Tbk Farida Thamrin menambahkan, aturan GWM averaging bisa menurunkan biaya dana (cost of fund) di perbankan. “Bank akan dapat keuntungan dari rendahnya biaya dana, ini akan dorong penurunan bunga kredit di masyarakat,” kata Farida. Baca juga: BI Harap GWM Averaging Turunkan Suku Bunga Bank Ia menuturkan, dengan GWM averaging, bank lebih berani menaruh dananya di instrumen jangka panjang. “Sebelumnya, bank jadi cenderung konservatif dan menempatkan dananya di instrumen jangka pendek yaitu deposit facility berarti balik lagi ke BI,” kata Farida. Meski begitu, ia mengatakan, kemungkinan pada awal penerapannya, bank masih akan menaruh dana di instrumen BI. Setelah lebih percaya diri barulah bank bergeser menempatkan dana di instrumen jangka panjang seperti obligasi atau lainnya. (*) Editor: Paulus Yoga
Page: 1 2
Poin Penting CNMA membagikan dividen Rp12 per saham, termasuk dividen interim Rp5 per saham. Pembayaran… Read More
Poin Penting IHSG ditutup turun 0,26 persen ke level 6.971,02. Mayoritas sektor melemah, dipimpin sektor… Read More
Poin Penting: Trump mengeklaim AS mampu menghancurkan Iran dalam satu malam dan menyebut kemungkinan beraksi… Read More
Poin Penting Wacana pemotongan gaji menteri dan DPR masih dalam pembahasan. Menteri Keuangan Purbaya memperkirakan… Read More
Poin Penting Trisula Textile Industries mencatat laba bersih Rp12,57 miliar pada 2025, naik 9 persen… Read More
Poin Penting Kemenkop dan BPJS Kesehatan teken MoU untuk perluas layanan kesehatan di desa. Kopdes… Read More