Ditemui di tempat yang sama, kepala Group Treasury PT Bank Mandiri Tbk Farida Thamrin menambahkan, aturan GWM averaging bisa menurunkan biaya dana (cost of fund) di perbankan. “Bank akan dapat keuntungan dari rendahnya biaya dana, ini akan dorong penurunan bunga kredit di masyarakat,” kata Farida. Baca juga: BI Harap GWM Averaging Turunkan Suku Bunga Bank Ia menuturkan, dengan GWM averaging, bank lebih berani menaruh dananya di instrumen jangka panjang. “Sebelumnya, bank jadi cenderung konservatif dan menempatkan dananya di instrumen jangka pendek yaitu deposit facility berarti balik lagi ke BI,” kata Farida. Meski begitu, ia mengatakan, kemungkinan pada awal penerapannya, bank masih akan menaruh dana di instrumen BI. Setelah lebih percaya diri barulah bank bergeser menempatkan dana di instrumen jangka panjang seperti obligasi atau lainnya. (*) Editor: Paulus Yoga
Page: 1 2
Poin Penting Kekerasan debt collector dan maraknya jual beli kendaraan STNK only menggerus kepercayaan publik,… Read More
Poin Penting OJK menegaskan peran penagihan penting menjaga stabilitas industri pembiayaan, namun wajib diatur rinci,… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya sidak dua perusahaan baja di Tangerang yang diduga menghindari pembayaran PPN… Read More
Poin Penting Pembiayaan berkelanjutan Bank Mandiri mencapai Rp316 triliun pada 2025, tumbuh 8% yoy, terdiri… Read More
Poin Penting Aset industri pembiayaan 2025 terkontraksi 0,01 persen, dengan pertumbuhan piutang hanya 0,61 persen,… Read More
Poin Penting Kredit konsumen Bank Danamon tumbuh double digit di 2025, mencapai sekitar 12–15 persen,… Read More