Gunarni Soeworo, Senior Banker dan Presiden Direktur Bank Niaga periode 1994-1999. (Foto: Erman Subekti)
Jakarta – Gunarni Soeworo, Senior Banker dan Presiden Direktur Bank Niaga periode 1994-1999, mengenang kepemimpinan mendiang Robby Djohan yang sukses membawa Bank Niaga tumbuh pesat.
Menurut Gunarni, di bawah kepemimpinan Robby Djohan, Bank Niaga telah menerapkan sistem tata kelola yang baik jauh sebelum adanya peraturan atau dorongan penerapan Good Corporate Governance (GCG) dari regulator. Salah satu contoh yang diterapkan adalah sistem kaderisasi sumber daya manusia yang solid.
“Kami (Bank Niaga) melakukan evaluasi kinerja setiap tahun, yang memungkinkan kami untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan masing-masing individu, serta apa yang perlu diperbaiki,” ungkap Gunarni, dalam acara In Memoriam Talkshow bertajuk Lesson Learn and Special Witness from Robby Djohan’s Leadership, yang diselenggarakan oleh Majalah Infobank di The Ritz-Carlton, Mega Kuningan, Jakarta, Jumat, 29 November 2024.
Baca juga: Robby Djohan: The Legendary Banker Simbol Dedikasi, Integritas, dan Kepedulian
Gunarni juga menekankan bahwa gagasan Robby mengenai regenerasi kepemimpinan sangat penting bagi kemajuan sebuah perusahaan. Apalagi, seorang pemimpin tidak akan selamanya menduduki posisi teratas, sehingga penggantinya harus sudah dipersiapkan sejak awal.
“Robby Djohan percaya bahwa regenerasi pemimpin adalah hal yang mutlak bagi keberlanjutan perusahaan,” tambahnya.
Gunarni, yang juga pernah menjabat sebagai Wakil Komisaris Utama Bank Niaga, Komisaris Independen Bank Mandiri, dan Komisaris PT Garuda Indonesia, pun mengenang saat diangkat menjadi Presiden Direktur Bank Niaga untuk menggantikan Robby Djohan.
Saat itu, ia menyadari bahwa tantangan besar menantinya. “Sepatu yang saya gantikan itu jauh lebih besar dari saya. Jadi saya harus belajar dari apa yang bisa diteladani, dari panutan saya, yaitu Robby Djohan,” kenangnya.
Baca juga: Sisi Lain Robby Djohan, Begini Sosok Bankir Legendaris di Mata Sang Istri
Wanita yang akrab disapa Nani ini menyadari perlunya belajar dari kepemimpinan Robby Djohan, terutama dalam memahami budaya Bank Niaga yang telah dibangun dengan baik oleh almarhum.
Nani memuji pendekatan kepemimpinan Robby Djohan yang sangat dekat dengan karyawan, tanpa ada jarak atau feodalisme. Hal ini menciptakan keterbukaan informasi antara atasan dan bawahan, yang memungkinkan perusahaan untuk terus berkembang dan beradaptasi dengan perubahan.
“Jadi memang banyak teladan yang bisa kami ambil dari beliau,” tutupnya. (*) Ayu Utami
Oleh Anto Prabowo, Dosen FEB UNS Solo DI tengah dinamika kebijakan ekonomi nasional, munculnya dua… Read More
Dalam program tersebut, BSN memberikan dukungan pembiayaan pendidikan bagi pegawai aktif yang memenuhi kriteria, baik… Read More
Pada ajang tersebut, CIMB Niaga meraih tiga penghargaan, masing-masing pada kategori Produk Wealth Management untuk… Read More
Poin Penting Tugu Insurance mencatat laba Rp711,06 miliar di 2025, meningkat dari Rp401,57 miliar (restated).… Read More
Poin Penting ICEx resmi diluncurkan sebagai platform infrastruktur aset kripto berstandar institusional, didukung modal USD70… Read More
Poin Penting Notional value transaksi ICDX mencapai Rp12.477 triliun pada kuartal I 2026, melonjak 96%… Read More