Gubernur Bali, Wayan Koster, saat menghadiri Acara Kunjungan Kerja Menteri Perdagangan RI, Pelepasan Ekspor Produk Vanila, Kayu Manis dan Madu di CV Naralia Grup Indonesia, Denpasar, Selasa, 29 Juli 2025. (Foto: Dok. Pemprov Bali)
Denpasar – Gubernur Bali, Wayan Koster mendukung rencana Pratisentana Bendesa Manik Mas (PBMM) menggelar Mahasabha pada 26 Oktober 2025 mendatang.
Dukungan tersebut disampaikan saat Ketua PBMM Provinsi Bali, I Made Sudiana, bersama jajaran pengurus PBMM provinsi dan kabupaten/kota se-Bali beraudiensi dengan Murdaning Jagat Bali, Wayan Koster, di Jayasabha, Denpasar pada, Selasa, 9 September 2025.
Baca juga: Ini Dia 6 Gubernur RI Terbaik Tahun 2023 Versi Infobank & The Asian Post
Dalam kesempatan tersebut, PBMM menyampaikan bahwa Mahasabha akan menjadi forum musyawarah untuk memilih Ketua Umum Pusat PBMM. Mereka berharap Murdaning Jagat Bali, Wayan Koster, bersedia menjadi Ketua Umum.
Menanggapi hal itu, Koster menyarankan agar jabatan Ketua Umum Pusat PBMM diberikan kepada tokoh profesional.
“Karena posisi saya sebagai Gubernur Bali, jadi harus mengayomi semua umat di Bali, untuk itu Ketua Umum Pusat Pratisentana Bendesa Manik Mas kepercayaannya diberikan ke tokoh yang profesional,” ujar Koster, putra asal Desa Sembiran, Buleleng.
Baca juga: Tinjau Banjir Pasar Kumbasari, Gubernur Koster Koordinasi Jalur Air dan Resapan
Ia juga menekankan pentingnya pelaksanaan Mahasabha dengan semangat kebersamaan.
“Pelaksanaan Mahasabha agar dilakukan secara gotong royong dan mencari hari baik,” tambah Gubernur Koster, yang disambut hangat oleh pengurus PBMM se-Bali. (*)
Oleh Eko B. Supriyanto, Pimpinan Redaksi Infobank Media Group EKONOMI politik perbankan Indonesia sedang sakit.… Read More
Poin Penting Kereta Whoosh sempat berhenti akibat seng di jalur, namun sensor mendeteksi dini dan… Read More
Poin Penting Jepang menandatangani MoU investasi senilai Rp384 triliun dengan Indonesia. Kerja sama mencakup sektor… Read More
Poin Penting Tiga prajurit TNI gugur dan tiga lainnya terluka dalam misi UNIFIL di Lebanon.… Read More
Poin Penting IHSG ditutup turun 2,19% pada 2 April 2026, diikuti pelemahan seluruh indeks utama.… Read More
Poin Penting IHSG melemah 0,99% sepekan, dengan lima saham utama menjadi penekan terbesar indeks. BREN… Read More