Gubernur BI Jabat Ketua Asian Consultative Council – Bank for International Settlements

Gubernur BI Jabat Ketua Asian Consultative Council – Bank for International Settlements

Kredit Terkontraksi Dalam -4,13%, Ini Upaya BI Memulihkannya
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on email
Share on linkedin

Jakarta – Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, resmi akan menjabat sebagai Ketua Asian Consultative Council – Bank for International Settlements (ACC-BIS). Adapun masa jabatan Perry akan dimulai sejak 26 September 2021 hingga dua tahun ke depan.

ACC-BIS sendiri beranggotakan 13 gubernur bank sentral anggota BIS dari negara-negara di Asia-Pasifik, yaitu Australia, Tiongkok, Hong Kong SAR, India, Indonesia, Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Selandia Baru, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam. Sebagai Ketua ACC-BIS, Gubernur BI akan berperan dalam mengarahkan aktivitas ACC-BIS di berbagai area kebanksentralan, seperti moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran.

“Sebagai Ketua ACC-BIS, saya akan memperkuat dan mempererat komunikasi dan kerja sama antar bank sentral di Asia Pasifik agar proses pemulihan ekonomi dapat terus terjadi secara merata di seluruh negara, serta mendorong pertumbuhan yang lebih kuat dan berkesinambungan,” jelas Perry Warjiyo pada keterangannya, Jumat, 24 September 2021.

Dalam masa jabatannya, Perry akan mendorong ACC-BIS untuk menghasilkan riset dan rekomendasi kebijakan di sejumlah isu yang sedang mengemuka di kalangan bank sentral di dunia.

Adapun beberapa isu yang sedang “hangat” antara lain seperti bagaimana melindungi negara-negara berkembang dari efek limpahan yang ditimbulkan oleh normalisasi kebijakan di negara-negara maju (exit strategy), bagaimana mengembangkan sumber-sumber pembiayaan yang dapat mendukung upaya dunia dalam mengatasi perubahan iklim (sustainable finance), dan apa saja prinsip-prinsip yang perlu menjadi acuan dalam pengembangan uang digital yang diterbitkan oleh bank sentral (Central Bank Digital Currency) sehingga dapat mengoptimalkan manfaatnya dan memitigasi risiko yang ada di dalamnya.

Lebih jauh, jabatan Gubernur BI di ACC-BIS juga dapat mendukung agenda Indonesia pada Presidensi G-20 2022 dan Keketuaan ASEAN 2023 yang akan datang. (*)

 

Editor: Rezkiana Np

Related Posts

No Content Available

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Berita Pilihan

Segera Daftarkan Diri Anda Menjadi Kontributor di

Silahkan isi Form di bawah ini

[ultimatemember form_id=”1287″]