Pasca Defisit, BI Sebut Neraca Perdagangan Maret Akan Surplus
Jakarta – Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus DW Martowardojo enggan memberikan komentar terkait dengan program uang muka alias down payment (DP) rumah 0 persen yang diusung oleh Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Sandiaga Uno.
Sebagai informasi, sebelumnya Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengklaim, bahwa pihaknya sudah mendapatkan lampu hijau dari Bank Indonesia terkait dengan program rumah DP) nol persen. Menurut Sandi, BI menyatakan program itu bisa dijalankan.
“Saya belum bisa komentar tentang itu,” ujar Agus di Jakarta, Kamis, 2 Oktober 2017.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial BI Filianingsih Hendarta menambahkan, program DP rumah 0 persen tersebut masih dalam pembicaraan. Menurutnya, Bank Sentral masih harus melihat rincian program tersebut.
“Ini masih dibicarakan, lihat dulu programnya,” ucap Filianingsih.
Sebelumnya, Kepala Kantor Perwakilan BI DKI Jakarta Doni P Joewono menyatakan, program DP rumah 0 persen memungkinkan untuk direalisasikan. Namun, harus ada jaminan dari pemerintah pusat dan pemerintah daerah.
“Program perumahan DP nol rupiah itu tidak diatur karena kalau dijamin pemerintah pusat sama daerah, ya, boleh,” papar Doni.
Saat rapat bersama Sandi dan jajarannya, Doni menjelaskan beberapa skema yang mungkin dilakukan. Pemprov DKI Jakarta harus memikirkan beberapa opsi skema tersebut.
Salah satu skema yang bisa dilakukan adalah bekerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui program fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP).
Dengan skema tersebut, Pemprov DKI Jakarta hanya menyiapkan subsidi dana 1 persen uang muka untuk setiap unit hunian, sementara pembangunan dilakukan Kementerian PUPR menggunakan APBN. (*)
Poin Penting Bank Mandiri memastikan Livin’ by Mandiri tetap stabil dan beroperasi 24 jam untuk… Read More
Poin Penting Pemerintah menetapkan Idul Fitri 1 Syawal 1447 H jatuh pada Sabtu, 21 Maret… Read More
Poin Penting Bank Mandiri memberangkatkan lebih dari 10.000 pemudik gratis menggunakan 215 bus ke berbagai… Read More
Poin Penting Laba bersih ASSA naik 81% menjadi Rp596,6 miliar pada 2025. Pendapatan konsolidasi mencapai… Read More
Poin Penting APLN mencatat penjualan dan pendapatan usaha Rp3,57 triliun pada 2025. Penjualan rumah tinggal… Read More
Poin Penting Kemacetan mudik di tol utamanya disebabkan bottleneck di gerbang transaksi, bukan semata lonjakan… Read More