Ilustrasi PT GTS Internasional Tbk (foto: ist)
Jakarta – PT GTS Internasional Tbk (GTSI) mencatat kinerja keuangan impresif pada kuartal II-2025. Perusahaan pengangkut gas alam cair (LNG) tersebut membukukan laba bersih USD2,51 juta, naik 44 persen dari perolehan kuartal I-2025 sebesar USD 1,74 juta.
Berdasarkan laporan keuangan yang disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK), kinerja positif ini mendorong penguatan margin usaha dan laba bersih. Net Operating Margin tercatat mencapai 22 persen (naik 4 persen) dan Net Profit Margin sebesar 25 persen (naik 3 persen) dibandingkan kuartal sebelumnya.
GTSI juga mencatat pendapatan sebesar USD8,99 juta, meningkat 12 persen dibandingkan kuartal I-2025 yang sebesar USD8,01 juta. Seiring dengan itu, laba usaha (operating profit) melonjak 55 persen menjadi USD2,28 juta dari sebelumnya USD1,47 juta.
Sementara itu, indikator profitabilitas juga menunjukkan tren positif. Hal ini terlihat dengan Return on Asset (ROA) mencapai 3 persen dan Return on Equity (ROE) sebesar 6 persen. Masing-masing meningkat 1 persen dan 3 persen dibandingkan Kuartal I-2025.
Dari sisi struktur permodalan, Debt to Equity Ratio (DER) meningkat 15 persen akibat pencairan fasilitas kredit dari salah satu bank nasional.
Meski demikian, DER perseroan tetap terjaga di bawah 100 persen, menandakan kondisi solvabilitas GTSI masih sehat dan terkendali.
Baca juga: Rapor Semester I 2025 Bank Nobu Biru! Tumbuh di Atas Industri dan Laba Melonjak 82,58%
Total aset perseroan tumbuh 13 persen, didorong oleh peningkatan kas dan setara kas. Likuiditas perusahaan pun menguat, tercermin dari Cash Ratio yang naik dari 189 persen menjadi 191 persen.
Direktur Utama PT GTS Internasional Tbk I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra mengatakan, kinerja impresif tersebut tak terlepas dari transformasi bisnis perseroan sebagai operator pelayaran LNG unggulan tidak hanya untuk pangsa pasar domestik namun juga di kawasan Asia Pasifik.
Baca juga: Krom Bank Bukukan Laba Rp73,19 Miliar di Juni 2025, Tumbuh 12,36 Persen
Selain itu, pihaknya juga menjalin sinergi dengan ekosistem bisnis Humpuss Group dalam layanan maritim dan logistik LNG secara terintegrasi.
HUMI memegang peran sebagai holding shipping yang mengoordinasikan arah pengembangan usaha, sedangkan GTSI menjadi ujung tombak operasional dan komersial pengangkutan energi bersih, khususnya LNG.
“Hubungan strategis GTSI dengan HUMI sebagai induk usaha tidak hanya pada aspek kepemilikan saham, tetapi juga pada sinergi operasional dan strategi bisnis,” ujarnya, Selasa, 5 Agustus 2025.
“Sebagai One Family, kami membangun ekosistem yang saling memperkuat, saling mendukung, dan saling mengisi–dari sisi armada, pelanggan, logistik, hingga inovasi layanan,” pungkasnya. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting BNI dorong nasabah kelola pengeluaran Ramadan lewat fitur Insight di aplikasi wondr by… Read More
Poin Penting SIG dan Taiheiyo Cement bekerja sama mengembangkan bisnis soil stabilization di Indonesia. Teknologi… Read More
Poin Penting Bank Saqu meluncurkan kampanye edukasi “Awas Hantu Cyber” untuk meningkatkan kewaspadaan nasabah dari… Read More
BSN bersinergi dengan Forum Wartawan BSN menggelar kegiatan sosial bertajuk “Ramadan Berkah, Sinergi BSN dan… Read More
Program CSR mudik bersama ini diikuti oleh sekitar 400 peserta sebagai bentuk dukungan pemerintah dan… Read More
Poin Penting PT Bank Tabungan Negara (BTN) Tbk tengah mengakselerasi transformasi besar-besaran di lini operasionalnya… Read More