Categories: Ekonomi dan Bisnis

Grup Topi Koki Tingkatkan Produksi Beras Sumsel

Jakarta – Dalam rangka meningkatkan produksi dan pasokan beras ke perusahaan, Grup Topi Koki di Palembang melakukan terobosan dengan membuat Inovasi sistem (Tata Air) Irigasi Mikro Unik yang sesuai kondisi persawahan di Sumatera Selatan (Sumsel).

Selama ini petani di Sumsel sebagai salah satu daerah lumbung Padi di Indonesia tidak bisa tanam dua kali setahun karena kondisi iklim, seperti belum musim hujan, air sungai Musi belum surut atau kondisi kering
karena kemarau, baik untuk sawah rawa lebak maupun sawah pasang surut.

Hal ini mendorong Grup Topi Koki sebagai salah satu brand beras ternama di Indonesia melakukan penelitian dan pengembangan dibidang Tata Air Mikro sawah untuk mengatasi kendala tersebut.

Hasilnya adalah terobosan dengan sistem Kanalisasi dan Pompanisasi yang telah dilakukan percontohan dipersawahan Sumsel. Upaya ini mulai membuahkan hasil sehingga pada hari Sabtu, 13 Februari 2016 lalu dilakukan perkenalan percontohan penanaman padi perdana menggunakan Tata Air Mikro Kanalisasi dan Pompanisasi yang dihadiri Perpadi, bahkan perwakilan Bulog Sumsel di areal persawahan yang menjadi area percontohan di kecamatan pemulutan Sumsel.

“Kami senang bahwa terobosan sistem tata air mikro kanalisasi dan pompanisasi memberi hasil yang sangat positif dimana kami bisa mengairi wilayah sawah dimusim kering, kemarau atau menyedot kelebihan air di musim hujan dengan biaya yang efisien” ujar Direktur Topi Koki Grup, Sukarta Buyung, di Jakarta, Senin, 15 Febuari 2016.

Sukarta menambahkan sistem ini menggunakan Pompa yang bisa dirakit sendiri dengan biaya yang terjangkau dan kami siap menyebarkan dan mengajarkan inovasi ini ke rekan‐rekan petani padi yang lain, dengan tujuan agar kita bisa bersama‐sama membuat panen dari sekali setahun, menjadi minimal dua kali setahun.

Dengan potensi luas lahan pasang surut dan rawa lebak diwilayah Sumsel yang begitu luas, maka jika memanfaatkan sistem irigasi baru ini diperkirakan akan mampu menghasilkan panen minimal dua kali dalam meningkatkan produksi beras Sumsel secara signifikan.

“Hal ini tentunya akan semakin menambah produksi beras diwilayah Sumsel dan mendukung  program pemerintah dalam hal ketahanan pangan, khususnya untuk menuju Swasembada Beras,” pungkas Sukarta. (*) Dwitya Putra

Apriyani

Recent Posts

Prospek Saham 2026 Positif, Mirae Asset Proyeksikan IHSG 10.500

Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More

6 hours ago

Pembiayaan Emas Bank Muamalat melonjak 33 kali lipat

PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More

7 hours ago

Rosan Mau Geber Hilirisasi Kelapa Sawit dan Bauksit di 2026

Poin Penting Realisasi investasi hilirisasi 2025 mencapai Rp584,1 triliun, tumbuh 43,3 persen yoy dan menyumbang… Read More

8 hours ago

Avrist General Insurance Resmikan Kantor Baru, Bidik Pertumbuhan Dua Digit 2026

Poin Penting Avrist pindah kantor pusat ke Wisma 46 untuk mendukung pertumbuhan bisnis. Target pertumbuhan… Read More

9 hours ago

Dana Pemerintah di Himbara Minim Dampak, Ekonom Beberkan Penyebabnya

Poin Penting Penempatan dana Rp276 triliun di bank pelat merah dinilai tidak signifikan mendorong perekonomian,… Read More

9 hours ago

Gita Wirjawan: Danantara Bakal Jadi Magnet WEF 2026

Poin Penting Gita Wirjawan menilai kehadiran BPI Danantara di WEF 2026 berpotensi menjadi magnet utama… Read More

10 hours ago