Ilustrasi: Grup PT Mitra Adiperkasa cetak kinerja positif/istimewa
Jakarta – Peritel multi-channel branded commerce di Indonesia PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) dan anak usahanya PT MAP Aktif Adiperkasa (MAPA) mencatatkan kinerja positif pada kuartal II/2023. Di mana, pendapatan, laba usaha dan EBITDA grup kompak mengalami kenaikan.
Pada kuartal II/2023, MAPI mengalami lonjakan pendapatan bersih 23% menjadi Rp8,1 triliun dari Rp6,6 triliun. Sementara, GPM meningkat dari 45,6% menjadi 46,4%
Laba usaha pun melonjak 27,9% menjadi Rp1,1 triliun dari Rp836 miliar, EBITDA tumbuh 21,6% menjadi Rp1,7 triliun dari Rp1,4 triliun. Adapun laba bersih naik menjadi Rp766 miliar dari Rp622 miliar.
PT Map Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA), anak perusahaan PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) untuk sports, kids, dan leisure membukukan pertumbuhan pendapatan bersih sebesar 36,6% menjadi Rp3,2 triliun dibanding pada periode tahun sebelumnya Rp2,4 triliun.
Baca juga: Laba Bersih di Semester I-2023 Susut 19,6%, Bos Unilever Indonesia Ungkap Penyebabnya
Selain itu, margin laba kotor (GPM) mengalami peningkatan, mencapai 49,2% dibanding dengan 48,6% pada periode yang sama tahun lalu.
Laba usaha MAPA tumbuh 29,9% menjadi Rp527 miliar dari Rp406 miliar. EBITDA tumbuh 28,2% menjadi Rp720 miliar dari Rp561 miliar, dan laba bersih melonjak menjadi Rp386 miliar dari Rp307 miliar.
VP Investor Relations, Corporate Communications, and Sustainability of MAP Group Ratih D. Gianda mengatakan, kinerja semester pertama dan kuartal kedua secara konsisten menunjukkan efektivitas model bisnis multi-brand.
Menurutnya, tahun ini merupakan periode Lebaran pertama tanpa pembatasan kegiatan masyarakat, yang ditetapkan sejak awal pandemi Covid- 19, sehingga perusahaan melihat adanya peningkatan momentum di seluruh grup MAP.
“Setelah periode Lebaran yang sukses, penjualan terus meningkat di bulan Juni, terutama selama masa liburan sekolah. Momentum yang berkelanjutan ini menunjukkan daya tarik dan minat pelanggan terhadap produk dan layanan kami,” jelasnya.
Lanjutnya, pada Juni, MAPI telah menjalin kemitraan secara resmi dengan Frasers Group melalui Sports Direct Malaysia, untuk memperkenalkan dan mengoperasikan Sports Direct di Indonesia.
Kolaborasi tersebut, kata Ratih, memungkinkan MAPI untuk memanfaatkan kekuatan masing-masing, menciptakan peluang pertumbuhan baru dan meningkatkan pengalaman pelanggan.
Ke depannya, lanjutnya, fokus utama perusahaan adalah mengoptimalkan sinergi dan menciptakan nilai lebih tinggi dari seluruh bagian MAPI.
Guna mempertahankan dan meningkatkan momentum positif pada semester kedua tahun ini, MAPI akan memanfaatkan kekuatan portofolio brand, mempercepat pertumbuhan, serta mendorong inovasi melalui platform digital dan kemampuan analisa data.
“Dengan berakhirnya pembatasan Covid-19, terdapat peningkatan kunjungan pelanggan di gerai. Untuk itu, kami percaya dengan kekuatan model ritel multi- channel yang didukung oleh MAPCLUB sebagai penghubung kami dengan para pelanggan,” pungkasnya.
Baca juga: Metrodata Electronics (MTDL) Bukukan Laba Bersih Rp272,2 M di Semester I-2023
Berdasarkan data pihaknya, keanggotaan MAPCLUB terus berkembang dari tahun ke tahun, dan kontribusi member terhadap penjualan Grup secara keseluruhan telah menunjukkan pertumbuhan yang substansial.
Hasil yang telah dicapai tersebut mencerminkan efektivitas keterlibatan langsung dengan pelanggan dan manfaat yang berkelanjutan dari program loyalitas perusahaan yang terus berkembang. (*)
Editor: Galih Pratama
.
Poin Penting BNI mengingatkan lonjakan transaksi Ramadan dan pencairan THR meningkatkan risiko kejahatan siber, khususnya… Read More
Poin Penting IHSG (25/2) diproyeksi melanjutkan pelemahan dengan menguji support di level 8.200–8.250, meski rebound… Read More
Poin Penting PT Bank Mega menggandeng IKPI dan FlazzTax menggelar Seminar Coretax untuk mengedukasi nasabah… Read More
Poin Penting 15,2 juta NIB diterbitkan, 14,9 juta untuk usaha mikro; masih ada 40 juta… Read More
Poin Penting Pemerintah memperpanjang penempatan Rp200 triliun di bank-bank milik negara hingga September 2026 untuk… Read More
Poin Penting Studi CELIOS menunjukkan Program MBG bisa membuang 62–125 juta porsi/minggu, merugikan negara Rp622… Read More