Tim relawan membantu korban bencana di Sumatra. (Foto: Humas Grup Merdeka)
Poin Penting
Jakarta – Grup Merdeka memberikan donasi bantuan kemanusiaan sebesar Rp977.106.674 melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI untuk mendukung upaya penanganan bencana banjir dan longsor di sejumlah wilayah di Pulau Sumatra.
Donasi tersebut merupakan wujud nyata kepedulian dan solidaritas anak perusahaan dan karyawan Grup Merdeka terhadap masyarakat yang terdampak bencana alam, sekaligus bentuk partisipasi aktif Perseroan dalam mendukung Program ESDM Siaga Bencana.
Bantuan tersebut dihimpun dari kontribusi PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) sebagai perusahaan induk bersama sejumlah entitas anak usaha, serta partisipasi aktif karyawan di lingkungan Grup Merdeka.
Baca juga: Merdeka Gold Resources Mulai Fase Ore Feeding di Tambang Emas Pani
Dalam kesempatan itu, Presiden Direktur MDKA, Albert Saputro, menyampaikan harapannya agar bantuan yang disalurkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.
“Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana. Terima kasih kepada BAZNAS RI atas koordinasi dan pengelolaan penyaluran bantuan yang profesional. Semoga seluruh pihak yang terlibat senantiasa diberikan kekuatan, dan proses pemulihan dapat berjalan dengan baik,” kata Albert dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa, 16 Desember 2025.
Albert juga menambahkan bahwa seluruh operasi Grup Merdeka telah mengirim relawan dari Tim Tanggap Darurat atau Emergency Respose Team (ERT) ke wilayah bencana terutama di Sumatra Utara.
Baca juga: Pemerintah Relaksasi KUR Debitur Terdampak Bencana Sumatra, Begini Ketentuannya
Adapun dana donasi ini akan dimanfaatkan untuk memenuhi berbagai kebutuhan mendesak di wilayah bencana, mulai dari penyediaan logistik dasar, layanan kesehatan, dukungan psikososial bagi penyintas, hingga pemulihan fasilitas sosial masyarakat.
Penyaluran bantuan difokuskan pada wilayah Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh, yang hingga saat ini masih memerlukan dukungan berkelanjutan dalam proses pemulihan pascabencana. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting DEN mendorong deregulasi untuk menarik relokasi rantai pasok global dan memaksimalkan investasi masuk… Read More
Poin Penting PINTAR BI menjadi satu-satunya kanal resmi pemesanan tukar uang baru 2026 dengan batas… Read More
Poin Penting Netty soroti pesangon eks pekerja Merpati belum tuntas, bahkan diganti surat pengakuan utang… Read More
Poin Penting IHSG sesi I melemah 0,25% ke 8.289,08 jelang RDG Bank Indonesia, setelah dibuka… Read More
Poin Penting Prabowo klaim Indonesia lebih dulu terapkan efisiensi anggaran dibanding AS, dengan penghematan mencapai… Read More
Poin Penting Dewan Ekonomi Nasional mencatat kredit perbankan (termasuk BPR) hanya tumbuh 7,9 persen yoy,… Read More