Jakarta – Yayasan Upaya Indonesia Damai atau juga dikenal sebagai United in Diversity (UID) Jumat (15/05) menyerahkan sumbangan 500,000 masker medis kepada Pemerintah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta yang diterima langsung oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Penyerahan sumbangan tersebut dilangsungkan di Balaikota, Medan Merdeka Selatan.
UID, yayasan yang didukung penuh oleh Gajah Tunggal Group ini membagikan sumbangan tersebut sebagai bentuk dukungan serta kepedulian terhadap upaya percepatan penanganan pandemi Covid-19. Lima ratus ribu masker ini dimaksudkan untuk didistribusikan kepada rumah sakit, petugas medis dan masyarakat yang membutuhkannya.
Ketua UID, Tuti Hadiputranto dalam acara penyerahan di Balaikota itu menyampaikan banyak terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada pemerintah RI pada umumnya, dan Pemerintah DKI Jakarta pada khususnya, serta semua pihak yang telah mengerahkan usaha terbaiknya untuk secara terus menerus mengatasi pandemi Covid-19 ini.
Presiden Direktur PT Gajah Tunggal, Sugeng Rahardjo menyatakan penyaluran CSR melalui UID, khususnya dalam memberikan bantuan masker untuk percepatan penanganan Covid-19 merupakan sikap kepedulian dari Gajah Tunggal Group dalam upaya bersama menghadapi pandemi virus corona.
“Semoga melalui kerjasama seluruh stakeholder, Indonesia dapat mengatasi pandemi ini,”kata Sugeng.(*)
Poin Penting Bank BPD Bali mendistribusikan 75 persen laba atau Rp826 miliar dari total keuntungan… Read More
Poin Penting Kini menabung emas bisa dilakukan di aplikasi emas yang menawarkan transaksi yang aman… Read More
Poin Penting Mahkamah Agung Amerika Serikat membatalkan tarif resiprokal Donald Trump, pemerintah Indonesia mencermati dampaknya… Read More
Poin Penting PT Bank KB Indonesia Tbk menggandeng PT BNI Asset Management memasarkan reksa dana… Read More
Poin Penting Kamar Dagang dan Industri Indonesia teken MoA dengan US-ASEAN Business Council untuk perluas… Read More
Poin Penting Mahkamah Agung Amerika Serikat membatalkan tarif resiprokal global Donald Trump karena dinilai melanggar… Read More