Keuangan

Great Eastern Life Indonesia Gandeng OCBC Luncurkan GREAT Max Pro Assurance

Jakarta – Solusi keuangan yang lebih fleksibel dan relevan untuk membantu masyarakat menghadapi dinamika ekonomi global serta merencanakan masa depan sangat dibutuhkan. Menjawab hal tersebut, Great Eastern Life Indonesia bersama OCBC meluncurkan GREAT Max Pro Assurance.

Direktur Bancassurance Great Eastern Life Indonesia, Sisca Then menjelaskan, di tengah ketidakpastian ekonomi global, GREAT Max Pro Assurance hadir sebagai solusi perlindungan yang menggabungkan stabilitas, pertumbuhan aset dan perlindungan jiwa dalam satu produk.

“Produk ini tersedia dalam mata uang USD dengan jaminan imbal hasil tetap selama lima tahun pertama, sehingga produk ini dapat memberikan kepastian dan rasa tenang bagi nasabah di dalam merencanakan keuangan untuk mencapai tujuan finansialnya,” jelasnya dikutip 14 Januari 2025.

Baca juga: OJK Terbitkan 2 Aturan Baru Terkait Perusahaan Asuransi dan Dana Pensiun, Ini Rinciannya

Ada tiga keunggulan yang ditawarkan GREAT Max Pro Assurance. Pertama, soal kepastian hasil investasi. Produk ini memberikan imbal hasil tetap selama 5 tahun pertama, membantu nasabah merencanakan keuangan dengan lebih pasti.

Kedua, fleksibilitas perlindungan. Produk ini memberikan keleluasaan untuk menentukan jumlah Uang Pertanggungan hingga 5 kali dari Premi Dasar Tunggal sesuai kebutuhan finansial nasabah.

Ketiga, soal stabilitas aset. Produk ini memberikan perlindungan dari dampak fluktuasi ekonomi global, memberikan keamanan dan stabilitas bagi nasabah.

Baca juga: 14 Dana Pensiun dan 8 Asuransi-Reasuransi Masuk Pengawasan Khusus OJK

Sementara, Juky Mariska, Premier Banking Division Head, OCBC menambahkan, GREAT Max Pro Assurance memberikan pilihan bagi nasabah untuk memiliki perlindungan sekaligus terdapat nilai tunai, yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan, dan aspirasi keuangan nasabah di setiap tahapan kehidupan.

“Sehingga mereka dapat merencanakan masa depan dengan lebih tenang dan percaya diri,” ungkapnya. (*)

Galih Pratama

Berkecimpung di industri media sejak 2014. Saat ini di infobanknews.com bertugas menulis dan menyunting artikel yang berkaitan dengan isu ekonomi, perbankan, pasar modal hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

RUPST OCBC Sepakat Tebar Dividen Rp1,03 Triliun dan Buyback 438 Ribu Saham

Poin Penting RUPST OCBC sepakat untuk membagikan dividen tunai Rp1,03 triliun atau Rp45 per saham… Read More

3 hours ago

Konflik AS-Iran Tekan Biaya Logistik, ALFI Minta Regulasi KBLI Dievaluasi

Poin Penting ALFI mendesak pemerintah melakukan harmonisasi regulasi KBLI 2025 karena dinilai memicu inefisiensi dan… Read More

3 hours ago

Bos BTN Laporkan Penurunan NPL Konstruksi di Bawah 10 Persen

Poin Penting NPL konstruksi BTN menurun ke bawah 10%, dari sebelumnya sekitar 26%, dengan target… Read More

4 hours ago

IHSG Berbalik Ditutup Menguat 0,39 Persen, Mayoritas Sektor Hijau

Poin Penting IHSG ditutup menguat 0,39% ke level 7.307,58 pada perdagangan 9 April 2026. Mayoritas… Read More

4 hours ago

Purbaya Ungkap Pengadaan Motor Listrik untuk SPPG Sempat Lolos Meski Ditolak

Poin Penting Menkeu Purbaya akui miskomunikasi, sebagian pengadaan motor listrik untuk SPPG ternyata sempat disetujui.… Read More

5 hours ago

Tak Perlu Ribet Tukar Uang, Belanja di Korea Selatan Kini Cukup Scan QR Livin’ by Mandiri

Poin Penting Livin’ by Mandiri hadirkan QR antarnegara di Korea Selatan, memungkinkan transaksi QRIS tanpa… Read More

5 hours ago