Jakarta – Perusahaan peer to peer lending khusus properti, Granada berkolaborasi dengan RenovAsik dalam memberikan bunga 0% untuk para korban banjir yang berniat merenovasi rumahnya.
Angela Oetama, selaku co-founder Granada mengatakan, pihaknya bekerjasama dengan RenovAsik memberikan solusi perbaikan rumah dan tempat usaha bagi masyarakat yang membutuhkan biaya renovasi di bawah Rp100 juta.
“Untuk masa banjir ini, kami membebaskan biaya admin dan mengenakan bunga nol persen bagi masyarakat yang rumahnya terkena dampak langsung. Kita ingin mereka tidak terbebani dengan kesulitan finansial ketika harus merenovasi,” kata Angela di Jakarta, Jumat, 10 Januari 2020.
Sementara itu, Indra Setiawan, pendiri dan CEO RenovAsik mengungkapkan bahwa kolaborasi dengan Gradana didasarkan pada solusi yang dibutuhkan konsumen secara riil, salah satunya karena platform ini tidak memberikan persyaratan agunan untuk pinjaman renovasi.
Menurutnya, konsep seperti ini yang sangat dibutuhkan masyarakat khususnya bagi mereka yang masih memiliki status pinjaman KPR.
“Rata-rata institusi keuangan mengharuskan agunan. Tentu ini sangat berat bagi calon peminjam, apalagi yang terkena dampak banjir dan butuh untuk segera merenovasi rumahnya,” jelasnya.
Seperti diketahui, banjir di kawasan Jakarta, Bogor, Bekasi dan Tangerang yang berlangsung selama beberapa hari sejak tahun baru 2020 berangsur-angsur mulai surut. Meski di beberapa titik masih terjadi genangan air, namun beberapa perumahan di kota-kota tersebut mulai mengering.
Dampak banjir yang menerjang wilayah Jabotabek berakibat pada rusaknya bangunan-bangunan dan aset properti seperti rumah, ruang usaha seperti warung dan kios, khususnya yang dimiliki oleh masyarakat. (*)
Poin Penting Harga emas global bergerak fluktuatif dipengaruhi faktor ekonomi, inflasi, suku bunga, dan geopolitik… Read More
Poin Penting BGN meminta maaf atas insiden keamanan pangan dalam program MBG di SPPG Pondok… Read More
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pelaksanaan Gebyar Ramadan Keuangan Syariah (GERAK Syariah) 2026 berhasil menghimpun… Read More
Poin Penting WOM Finance menetapkan pembagian dividen tunai maksimal 30 persen dari laba bersih 2025,… Read More
Poin Penting BEI dan Kustodian Sentral Efek Indonesia resmi mengumumkan saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi… Read More
Poin Penting DPR menyoroti perlunya kebijakan kredit yang lebih berpihak pada masyarakat, terutama pelaku UMKM… Read More