News Update

Gozco Capital Tambah Kepemilikan Saham di Bank Neo Commerce Jadi 7,76 Persen

Poin Penting

  • Gozco Capital meningkatkan kepemilikan saham BBYB dari 7,21 persen menjadi 7,76 persen (1,03 miliar saham), tanpa dampak pada operasional dan keuangan perseroan.
  • Manajemen BNC menyebut aksi ini sebagai sinyal kepercayaan kuat terhadap prospek pertumbuhan dan fundamental bank digital tersebut.
  • Kinerja BNC melejit di Kuartal III 2025, dengan laba bersih naik lebih dari 100 kali lipat menjadi Rp464 miliar, ROA dan ROE melesat, serta kualitas aset membaik dengan penurunan NPL.

Jakarta – Salah satu pemegang saham PT Bank Neo Commerce Tbk atau BNC (BBYB), yakni PT Gozco Capital tercatat menambah porsi kepemilikannya di bank digital tersebut.

Berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) dikutip 27 November 2025, kepemilikan saham PT Gozco Capital menanjak dari 7,21 persen menjadi 7,76 persen, atau 72.452.676 lembar saham, per 26 November 2025.

Adapun, dari sisi jumlah saham, kepemilikan saham meningkat dari 962,93 juta saham menjadi 1,03 miliar saham.

Sedangkan dua pemegang saham lainnya, yakni PT Akulaku Silvrr Indonesia dan Rockcore Financial Technology Co. Ltd tidak berubah, dengan komposisi kepemilikan saham masing-masing, yakni 4,598 miliar saham ( 34,45 persen) dan 736,9 juta saham (5,52 persen). Sedangkan sisanya sebesar 52,27 persen dimiliki masyarakat..

Perseroan pun menegaskan, perubahan atas kepemilikan saham tersebut tidak berdampak terhadap kegiatan usaha dan keuangan. 

“Kejadian ini tidak berdampak terhadap kegiatan usaha dan keuangan perseroan,” tulis keterangan manajemen.

Baca juga : Bank Neo Commerce Bukukan Laba Rp464 Miliar di Kuartal III 2025, Melesat 100 Kali Lipat

Direktur Bisnis BNC Aditya Windarwo mengatakan, penambahan kepemilikan saham oleh Gozco Capital menunjukan sikap kepercayaan kuat terhadap bisnis perseroan.

“Peningkatan kepemilikan saham oleh Gozco Capital merupakan sinyal positif yang menunjukkan kepercayaan kuat terhadap prospek pertumbuhan dan fundamental BNC,” ujarnya, dinukil Antara, Kamis, 27 November 2025

Kinerja Terbaru BNC

Diketahui, BNC menutup kuartal III 2025 dengan pencapaian kinerja yang solid. Hingga September 2025, BNC mampu mengantongi laba bersih Rp464 miliar, melonjak lebih dari 100 kali lipat dibandingkan periode tahun sebelumnya yang tercatat Rp4,06 miliar.

Pertumbuhan laba pada kuartal III 2025 tersebut ditopang performa profitabilitas BNC melonjak tajam dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Return on Assets (ROA) meningkat menjadi 3,45 persen pada September 2025, dibandingkan 0,03 persen pada September 2024.

Baca juga : J Trust Bank Cetak Laba Bersih Rp63,74 M di Kuartal III-2025, DPK dan Kredit Terus Tumbuh

Sementara itu, Return on Equity (ROE) juga meningkat signifikan ke 16,96 persen pada September 2025, jauh di atas 0,16 persen di periode yang sama tahun lalu.

Penyaluran kredit tercatat Rp7,49 triliun per September 2025 atau turun 19,1 persen dibandingkan Rp9,26 triliun pada periode yang sama tahun 2024. 

Meski demikian, BNC mampu mencatat perbaikan signifikan pada kualitas aset. Rasio kredit bermasalah (NPL) gross turun dari 3,72 persen di September 2024 menjadi 2,92 persen di akhir kuartal III 2025. Penurunan juga terjadi pada NPL net yang turun dari 0,99 persen menjadi 0,23 persen. (*)

Editor: Galih Pratama

Muhamad Ibrahim

Recent Posts

Aditya Jayaantara Pejabat OJK yang Tidak Jadi Mundur, tapi Dimutasi

Poin Penting Isu pengunduran diri pejabat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencuat, namun Aditya Jayaantara dipastikan… Read More

3 mins ago

Purbaya Soroti NPL KUR 10 Persen, Kaji Pengambilalihan PNM untuk Efisiensi UMKM

Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa soroti NPL KUR 10% dan pertimbangkan pengambilalihan PNM dari… Read More

9 mins ago

44 Penerima Beasiswa LPDP Disanksi, 8 Wajib Kembalikan Dana Beserta Bunga

Poin Penting Sebanyak 44 penerima beasiswa LPDP dijatuhi sanksi, 8 di antaranya wajib mengembalikan dana… Read More

1 hour ago

IHSG Sesi I Ditutup Berbalik Melemah 0,26 Persen ke Posisi 8.374

Poin Penting IHSG sesi I 24 Februari 2026 ditutup melemah 0,26% ke posisi 8.374,66, dari… Read More

1 hour ago

Utang Luar Negeri Perbankan Turun Tipis ke USD31,75 Miliar pada Desember 2025

Poin Penting Utang luar negeri (ULN) perbankan nasional pada Desember 2025 tercatat USD31,75 miliar, turun… Read More

1 hour ago

BGN Buka-bukaan soal Anggaran MBG, Ini Rincian per Porsi

Poin Penting BGN menegaskan dana bahan baku MBG bukan Rp15.000, melainkan Rp8.000–Rp10.000 per porsi sesuai… Read More

2 hours ago