Perbankan

Gozco Capital Borong Saham BBYB Hampir Rp100 Miliar, Kepemilikan Jadi 9,31 Persen

Poin Penting

  • Gozco Capital tambah kepemilikan BBYB hampir Rp100 miliar, membeli 207 juta saham senilai Rp98,12 miliar dan menaikkan porsi kepemilikan dari 7,76 persen menjadi 9,31 persen
  • Pasar merespons positif aksi strategis tersebut, saham BBYB menguat 5,49 persen ke level Rp500 per saham, mencerminkan optimisme terhadap prospek Bank Neo Commerce di 2026.
  • Kinerja Bank Neo Commerce melonjak signifikan sepanjang 2025, dengan laba bersih Kuartal III mencapai Rp464 miliar, profitabilitas dan kualitas aset membaik.

Jakarta – Di tengah dinamika pasar awal tahun, PT Gozco Capital mengambil langkah strategis dengan menambah porsi kepemilikan di PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) nyaris Rp100 miliar.

Berdasarkan laporan kepemilikan saham tertanggal 15 Januari 2026, Gozco Capital menambah 207 juta lembar saham BBYB dengan harga pembelian senilai Rp474 per sahamnya, sehingga total nilai transaksi tercatat sebesar Rp98,12 miliar.

Aksi borong ini mengerek porsi Gozco Capital dari sebelumnya 7,76 persen menjadi 9,31 persen, setara dengan 1,24 miliar lembar saham.

Langkah strategis Gozco disebut sebagai sinyal kuat terhadap prospek positif Bank Neo Commerce di 2026. Pasar pun bereaksi cepat.

Baca juga: Respons Bank Neo Commerce soal Dorongan OJK Merger dan Naik KBMI 2

Saham BBYB ditutup menguat 5,49 persen ke level Rp500 per saham pada perdagangan Kamis (15/1), menandai respons positif investor terhadap penguatan fundamental bank yang sedang bertransformasi menuju fase pertumbuhan berikutnya.

Direktur Utama PT Bank Neo Commerce Tbk, Eri Budiono, mengapresiasi kepercayaan berkelanjutan dari pemegang saham utama yang sekaligus mencerminkan semakin kuatnya keyakinan terhadap kinerja Bank Neo Commerce.

“Di akhir kuartal III 2025, kami berhasil menorehkan prestasi sebagai bank dengan layanan digital dengan laba bersih tertinggi di antara bank-bank dengan layanan digital lainnya, dengan laba bersih senilai Rp464 miliar,” ujar Eri dikutip 19 Januari 2026.

Secara kinerja, Bank Neo Commerce mencatat perbaikan signifikan sepanjang 2025. Hingga akhir Kuartal III 2025, BNC menorehkan laba bersih Rp464 miliar, melonjak tajam dibandingkan Rp4,06 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Rasio profitabilitas pun meningkat, dengan return on assets (ROA) naik ke level 3,45 persen dari 0,03 persen, dan return on equity (ROE) melejit menjadi 16,96 persen dari 0,16 persen.

Baca juga: Strategi Baru Bank Digital: Kolaborasi Makin Kuat, Direct Lending Mulai Mekar

Dari sisi kualitas aset, rasio non performing loan (NPL) gross membaik dari 3,72 persen menjadi 2,92 persen, sedangkan NPL net turun dari 0,99 persen menjadi 0,23 persen.

Memasuki 2026, Bank Neo Commerce juga memperkenalkan identitas korporasi baru dengan tagline “Satu Bank Banyak Tujuan”.

Pembaruan ini menandai semangat baru perseroan untuk menghadirkan layanan keuangan digital yang inovatif, inklusif, dan berdampak nyata bagi kemajuan ekonomi Indonesia. (*)

Galih Pratama

Berkecimpung di industri media sejak 2014. Saat ini di infobanknews.com bertugas menulis dan menyunting artikel yang berkaitan dengan isu ekonomi, perbankan, pasar modal hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

ALTO luncurkan ASKARA Connect dan ASKARA Collab

PT ALTO Network meluncurkan dua layanan digital terbaru, yaitu Askara Connect dan Askara Collab, untuk… Read More

3 hours ago

Ma’ruf Amin: Hijrah Finansial jadi Kunci Akselerasi Ekonomi Syariah Nasional

Poin Penting Hijrah finansial sebagai transformasi menyeluruh, bukan sekadar pindah produk keuangan, tetapi perubahan cara… Read More

3 hours ago

Kinerja 2025 Ciamik, Saham BBCA Diproyeksi Kembali Menguat

Poin Penting Saham BBCA turun sekitar 19 perse ytd, sejalan pelemahan IHSG, namun dinilai sebagai… Read More

3 hours ago

Whoosh Delay akibat Penumpang Tahan Pintu Kereta, KCIC Angkat Bicara

Poin Penting KCIC mengecam penumpang yang menahan pintu Whoosh di Padalarang karena melanggar aturan dan… Read More

3 hours ago

Jelang Akhir Pekan, IHSG Ditutup Menguat ke Posisi 7.458

Poin Penting IHSG menguat signifikan 2,07 persen ke level 7.458,49, didorong dominasi saham naik (485… Read More

4 hours ago

Kredit Bermasalah Pindar Naik di Awal 2026, OJK Ungkap Penyebabnya

Poin Penting Otoritas Jasa Keuangan mencatat rasio kredit bermasalah pindar (TWP90) naik menjadi 4,38% pada… Read More

4 hours ago