Jakarta–Sejak diluncurkan pada pertengahan tahun lalu, GO-PAY – fitur dompet elektronik di aplikasi GO-JEK telah menjadi layanan favorit yang digunakan para pengguna aplikasi Gojek.
Berdasarkan data tim Business Intelligence GO-JEK, hingga saat ini GO-PAY sudah memproses pembayaran lebih dari 50 persen transaksi di GO-JEK. Hal ini menjadi salah satu bukti keberhasilan GO-PAY dalam mempromosikan transaksi non-unai dan cashless society.
“Sekarang sudah lebih dari setengah transaksi GO-JEK menggunakan GO-PAY. Transaksi yang dilakukan melalui GO-PAY lebih aman, serta transparan karena pelanggan dapat melacak kembali seluruh transaksi melalui aplikasi,” ujar VP Business Intelligence GO-JEK Crystal Widjadja melalui keterangan resminya, Selasa 12 September 2017.
Selain itu, menurut data juga menunjukkan peningkatan transaksi peer to peer menggunakan GO-PAY meningkat sebanyak 35 persen setiap bulannya. Crystal menilai, fitur yang menawarkan layanan pembayaran digital tersebut dianggap memudahkan pengguna GO-JEK dalam melakukan pembayaran, baik untuk jasa layanan GO-JEK lainnya maupun kebutuhan sehari-hari.
Keberhasilan ini juga mendapatkan pengakuan regulator dengan dinobatkannya GO-JEK melalui GO-PAY oleh Bank Indonesia sebagai Perusahaan Fintech Teraktif Pendukung Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) Inklusi dan Edukasi Keuangan serta Pemberdayaan UMKM Tahun 2017.
Crystal menambahkan, data timnya menunjukkan bahwa perbulannya pengguna GO-PAY menggunakan saldonya untuk melakukan booking GO-RIDE sebanyak 7 kali, GO-FOOD sebanyak 2 kali, GO-CAR sebanyak 1 kali, serta GO-PULSA sebanyak 2 kali atau setara dengan booking GO-RIDE sebanyak 11 kali, GO-FOOD sebanyak 11 kali, GO-CAR sebanyak 1 kali dan GO-SEND sebanyak 2 kali.
Kesuksesan GO-PAY tidak lepas dari peran 300.000 pengemudi GO-JEK yang aktif menjadi agen inklusi keuangan. Dimana, para pengguna GO-JEK bisa dengan mudah melakukan top up melalui driver. Selain itu, kemudahan transfer saldo menggunakan QR code atau nomor ponsel ke sesama pengguna GO-PAY tanpa biaya, melihat riwayat transaksi, serta tarik tunai saldo GO-PAY melalui berbagai bank juga menjadi fitur unggulan layanan ini.
Crystal mengungkapkan, pihaknya berharap dengan semakin banyak pelanggan dan masyarakat yang menggunakan GO-PAY, pihaknya menjadi lebih percaya dan mau menggunakan produk dan layanan jasa keuangan. Selain itu, bagi banyak pelanggan, GO-PAY menjadi pengalaman pertama mereka menikmati mudahnya layanan keuangan nontunai.
“Ini termasuk upaya GO-JEK mendukung inklusi keuangan yang menjadi tujuan pemerintah. Untuk mempermudah pelanggan menggunakan GO-PAY, GO-JEK telah ber-partner dengan 12 bank dan 3 jaringan ATM,” tukas Crystal. (*)
Editor: Paulus Yoga
Poin Penting Rencana demutualisasi BEI yang ditargetkan rampung kuartal I 2026 dinilai terlalu agresif dan… Read More
Poin Penting DPR menilai konten digital berjudul sensasional menjadi pintu masuk masyarakat ke praktik judi… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya memproyeksikan anggaran program gentengisasi sekitar Rp1 triliun, bersumber dari dana cadangan… Read More
Poin Penting Bank BPD Bali mencatat laba bersih Rp1,10 triliun (tumbuh 25,39 persen yoy), aset… Read More
By: Eko B. Supriyanto, Editor-in-Chief of Infobank Three commissioners of the Financial Services Authority (OJK)… Read More
Poin Penting Danantara menyatakan dukungan penuh terhadap reformasi pasar modal yang digulirkan OJK, termasuk kebijakan… Read More