News Update

GMFI Bidik Pendapatan US$1 Miliar di 2021

Jakarta – PT Garuda Maintenance Facility AeroAsia Tbk (GMFI) mematok target pendapatan di tahun ini bisa mencapai US$500 juta.

Angka tersebut merupakan langkah awal dari target pendapatan perseroan untuk menyentuh angka US$ 1 miliar di 2021 nanti. Perseroan pun optimistis target tersebut bisa tercapai.

“Revenue sebesar US$1 miliar itu mungkin tercapai di tahun 2021 nanti. Kalau sekarang kita targetkan revenue bisa sebesar US$500 juta. Kontribusi terbesar tetap dari perawatan mesin,” ungkap Director of Business and Base Operation sekaligus Plt Direktur Utama GMF, Tazar Marta di Jakarta, Selasa, 25 Juni 2019.

Untuk mencapai target itu, kata dia, perseroan mengandalkan dari aspek perawatan mesin. Apalagi untuk setiap perawatan mesin pesawat, GMF akan memperoleh pendapatan sebesar US$5 juta hingga US$6 juta. Makanya, bisnis perawatan mesin ini porsinya sangat dominan bagi GMF.

“Sejak 2015 lalu, untuk portofolio bisnis GMF terhadap pendapatan paling besar dari line maintenance 31%, kemudian component 28%, dan airframe 24%. Tapi sekarang yang paling tumbuh revenue-nya adalah perawatan mesin sebesar 29%,” katanya.

Langkah perseroan ini sebagai bagian dari rencana jangka panjang perusahaan (RJPP) sebagai top maintenance, repair, dan overhaul (MRO) dan ditandai dengan revenue sebesar US$ 1 miliar yang akan dicapai tahun 2021 nanti.

Selain itu, lanjut dia, untuk mencapai itu perseroan juga tengah melakukan ekspansi di beberapa wilayah seperti kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara, Indo-China dan Asia Timur, serta Australia.

Di kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara, ekspansi bisnis tersebut akan berupa kerja sama dengan MRO lokal yang direncanakan beroperasi pada 2020.

“Kemudian untuk ekspansi ke Australia, GMF akan membuka kantor cabang di tiga kota yaitu Sydney, Melbourne, dan Perth yang ditargetkan beroperasi di kuartal IV-2019 ini,” terangnya.

Untuk dikatahui, sebelumnya di Paris Air Show, GMF juga telah menjalin sejumlah kesepakatan bisnis. Kesepakatan tersebut adalah dengan AFI KLM E&M, anak usaha dari Air France-KLM, dan produsen mesin pesawat CFM International.

Namun begitu, untuk kinerja GMFI di kuartal I-2019 ini hanya mampu mencatatkan kenaikan pendapatan sebesar 3,66% dari periode yang sama pada tahun sebelumnya yaitu US$115,93 juta menjadi US$120,18 juta per Maret 2019.

Dia mengungkapkan, kenaikan pendapatan tersebut masih belum sampai untuk menutupi pertumbuhan beban perseroan. Imbasnya, laba bersih perseroan tergerus 58,99% dari US$7,36 juta di kuartal I-2019 menjadi US$3,02 juta. (*)

Apriyani

Recent Posts

Catat Kinerja Solid di 2025, Tugu Insurance Terus Memperkuat Fundamental Bisnis

Tugu Insurance/TUGU telah mencatatkan kinerja solid sepanjang tahun buku 2025 dengan membukukan laba bersih sebesar… Read More

4 hours ago

Purbaya Pertimbangkan Barter Geo Dipa untuk Akuisisi PNM

Poin Penting Kemenkeu mempertimbangkan skema pertukaran PNM dengan Geo Dipa untuk memperkuat penyaluran KUR. Fokus… Read More

4 hours ago

Resmi! BRI Bagikan Dividen Rp52,1 Triliun, Cek Nilai per Sahamnya

Poin Penting BRI membagikan dividen tunai Rp52,1 triliun atau Rp346 per saham untuk Tahun Buku… Read More

5 hours ago

Tren Kinerja Positif, Bank Banten Kelola RKUD Pemkab Serang

Dengan tren pencapaian kinerja perusahaan yang gemilang hingga Tahun 2025, Bank Banten berhasil dipercaya dan… Read More

5 hours ago

Ahli Tegaskan Kasus Sritex Bukan Korupsi, Eks Dirut Bank Jateng Dinilai Tak Layak Dipidana

Poin Penting Dua ahli hukum menilai kasus kredit macet Sritex merupakan ranah perdata dan risiko… Read More

5 hours ago

OJK Siapkan Aturan Baru RBB, Begini Respons Purbaya

Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mendukung rencana OJK menyesuaikan RBB agar perbankan lebih… Read More

7 hours ago