Perbankan

Global Finance Nobatkan BRI Sebagai World’s Best Banks 2022

Jakarta — Kinerja PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. atau BRI yang impresif dalam menghadapi tantangan gejolak ekonomi global kembali memperoleh apresiasi dari dunia internasional. Media industri keuangan terkemuka Global Finance memberikan predikat World’s Best Banks 2022 di Indonesia kepada BRI.

Penghargaan bergengsi dari Global Finance tersebut tahun ini diselenggarakan untuk yang ke-29 kalinya. Sebagai media industri keuangan terkemuka yang bermarkas utama di New York, Amerika Serikat, Global Finance melalui pemberian penghargaan ini menyajikan daftar bank terbaik di seluruh dunia, yang mencakup pemenang global, regional, dan nasional dari lebih 150 negara dan region. BRI sendiri menjadi yang terbaik dari Indonesia yang masuk dalam region Asia Pasific.

Dengan diraihnya penghargaan berskala internasional tersebut Direktur Utama BRI Sunarso mengatakan hal ini tak terlepas dari dukungan dan kepercayaan masyarakat terutama di segmen UMKM yang memang menjadi core bisnis perseroan. Sehingga dalam kondisi sulit BRI konsisten membukukan kinerja positif.

“Yang mau saya tekankan BRI adalah banknya rakyat. BRI berbisnis dengan rakyat dan diproses dengan caranya rakyat. Keuntungan BRI dikembalikan ke rakyat lewat pajak dan dividen. Karena bekerja dengan rakyat, dikelola dengan cara rakyat, dan keuntungan dikembalikan rakyat, maka mestinya, BRI adalah bank yang didukung rakyat. Semua prestasi yang dicapai, termasuk penghargaan ini tak lepas dari dukungan seluruh pihak dan seluruh rakyat,” ujarnya menegaskan.

Adapun untuk penilaian penghargaan ini, para editor di Global Finance dengan masukan dari analis industri, eksekutif perusahaan, dan pakar teknologi, memilih pemenang World’s Best Banks 2022 menggunakan informasi yang diberikan oleh bank dan pihak independen lainnya berdasarkan serangkaian faktor objektif.

Setelah juri mempersempit objek penilaian, variable lain yang dipertimbangkan adalah ukuran dan pengalaman staf, layanan pelanggan, manajemen risiko, rangkaian produk dan layanan, keterampilan eksekusi, dan penggunaan teknologi. Pemenangnya adalah bank dan penyedia layanan yang paling baik terhadap kebutuhan stakeholder.

Untuk cakupan wilayah regional atau nasional, juri di Global Finance mempertimbangkan kinerja bank dari 1 Januari hingga 31 Desember 2021. Dalam penilaiannya Global Finance memperhitungkan kinerja bank dalam pengetahuan tentang kondisi lokal dan kebutuhan pelanggan, kekuatan dan keamanan keuangan, hubungan strategis dan tata kelola, penetapan harga yang kompetitif, investasi modal, dan inovasi dalam produk dan layanan.

Sementara itu, pihak Global Finance mengakui bahwa industri perbankan menghadapi pandemi yang masih berlangsung. Tantangan itu diperparah konflik regional di Eropa dengan efek global dan meningkatnya inflasi di masa datang. Belum lagi dampak ekonomi dan kemanusiaan yang berkembang dari perubahan iklim. Tantangan-tantangan tersebut dinilai menjadi tren yang mendorong bank-bank terbaik hadir di tengah persaingan ketat. (*)

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

Modal Kuat dan Spin Off, OJK Optimistis Premi Asuransi Tumbuh

Poin Penting OJK optimistis premi asuransi tumbuh pada 2026 seiring membaiknya konsolidasi industri dan penguatan… Read More

36 mins ago

Teknologi Terpadu Tekan Risiko Gangguan Operasional IT

Poin Penting Kerusakan atau hang perangkat operasional seperti aplikasi kasir bisa menyebabkan gangguan bisnis serius… Read More

5 hours ago

Menko Airlangga Pamer Capaian Pertumbuhan Ekonomi 5,11 Persen, di Atas Negara-Negara Besar

Poin Penting Ekonomi Indonesia tumbuh 5,11% (yoy) pada kuartal IV 2025, tertinggi dalam empat kuartal… Read More

5 hours ago

Pemerintah Stop Subsidi Motor Listrik di 2026, Adira Finance: Penurunan Kredit Signifikan

Poin Penting Pemerintah resmi menghentikan subsidi motor listrik pada 2026, melanjutkan kebijakan tanpa insentif sejak… Read More

5 hours ago

Asuransi Kesehatan Kian Menguat, OJK Catat 21 Juta Polis

Poin Penting OJK mencatat jumlah polis asuransi kesehatan mencapai sekitar 21 juta, sebagai bagian dari… Read More

5 hours ago

OJK Soroti Indikasi Proyek Fiktif di Fintech Lending, Minta Penguatan Tata Kelola

Poin Penting OJK menyoroti indikasi proyek fiktif di fintech lending dan menegaskan praktik fraud akan… Read More

5 hours ago