News Update

Geopolitik Memanas, DBS Ungkap 2 Aset Investasi Paling Diuntungkan

Poin Penting

  • Produksi minyak Venezuela rendah, invansi AS tak berdampak besar ke harga energi global.
  • Emas menguat sebagai safe haven di tengah ketidakpastian geopolitik.
  • Sektor pertahanan diuntungkan dari meningkatnya konflik global.

Jakarta – Invansi Amerika Serikat (AS) ke Venezuela mengkhawatirkan banyak pihak. Salah satu kekhawatiran yang mencuat adalah potensi terganggunya pasokan minyak dunia yang memicu inflasi harga minyak global.

Kekhawatiran tersebut dinilai wajar, mengingat Venezuela merupakan negara dengan cadangan minyak terbesar di dunia. Namun, pandangan berbeda disampaikan Investment Strategist DBS Bank, Jun Yong Goh.

Jun Yong menjelaskan, meskipun Venezuela memiliki cadangan minyak terbesar di dunia, tingkat produksinya saat ini sangat rendah, yakni di bawah 1 juta barel per hari. Rendahnya produksi tersebut disebabkan keterbatasan kapasitas Venezuela dalam mengelola sektor pertambangan minyak.

“Jika dilihat dari perspektif agregat, level produksi itu tidak cukup untuk menyebabkan guncangan supply global. Jadi, dalam jangka pendek, kita tidak melihat adanya perubahan pada harga energi,” sebut Jun saat acara online media briefing DBS Chief Investment Officer (CIO) Insights bertajuk “The Long Game”, Senin, 12 Januari 2026.

Baca juga: Trump Ngebet Garap Cadangan Emas Venezuela, Ternyata Segini Nilainya

Lebih lanjut, Jun menuturkan bahwa invansi militer AS ke Venezuela justru membawa dampak pada komoditas lain, yakni emas. Di tengah kondisi geopolitik yang semakin tidak menentu, emas sebagai instrumen investasi safe haven dinilai mampu menunjukkan kinerja yang solid.

Selain emas, Jun mengatakan, sektor lain yang dinilai diuntungkan adalah sektor pertahanan. Produsen peralatan militer maupun kontraktor pertahanan diperkirakan menjadi ekuitas yang berkinerja baik di tengah konflik geopolitik, terlepas dari hasil akhir aksi militer.

“Dalam situasi begini, emas sebagai instrumen investasi berperan dengan baik. Dan saya pikir, selanjutnya untuk investasi adalah perusahaan pertahanan yang juga berperan dengan baik. Mereka akan menjadikan kontrak mereka lebih terlihat,” ujar Jun.

Harga Emas Global Terus Menguat

Chief Investment Officer DBS Bank, Hou Wey Fook. (Tangkapan layar webinar: Steven Widjaja)

Sementara itu, Chief Investment Officer DBS Bank, Hou Wey Fook menyampaikan, harga rata-rata emas global terus berada dalam tren peningkatan. Tiga tahun lalu, harga emas dunia masih berada di bawah USD2.000, sementara saat ini telah mencapai USD4.500 dan diproyeksikan terus tumbuh sepanjang 2026.

Data DBS menunjukkan, pemesanan emas (gold delivery) meningkat signifikan dalam satu tahun terakhir. Pada September 2025, pemesanan emas global melonjak hingga lebih dari 30.000 troy ons, atau naik sekitar 2,5 kali lipat dibandingkan September 2024 yang berada di kisaran 15.000 troy ons.

Kenaikan juga tercatat pada Agustus 2025 dengan volume pemesanan di atas 20.000 troy ons, meningkat 1,6 kali lipat dibandingkan Agustus 2024 yang berada di kisaran 15.000 troy ons.

Baca juga: Perkuat Bisnis Emas, BSI Optimalkan Layanan Bank Emas Lewat BYOND

Wey Fook menambahkan, ketidakpastian geopolitik global yang dipicu konflik Ukraina-Rusia, ketegangan China-AS, konflik Timur Tengah, ketegangan AS-Venezuela, hingga dinamika Uni Eropa dengan Greenland sebagai pemicu terbaru, ditambah disrupsi teknologi kecerdasan buatan (AI) yang menggantikan tenaga kerja manual, membuat diversifikasi portofolio investasi menjadi sangat krusial.

“Kita selalu menyarankan agar portofolio tetap terdiversifikasi tinggi dengan sebagian besar disalurkan pada emas dan ekuitas dari perusahaan terbaik,” cetus Wey Fook. (*) Steven Widjaja

Yulian Saputra

Recent Posts

Pengguna Jago Terhubung Bibit-Stockbit Tembus 3 Juta, Investasi Naik 80 Persen

Poin Penting Pengguna Aplikasi Jago terhubung Bibit-Stockbit tembus 3 juta per Januari 2026, tumbuh 38%… Read More

3 hours ago

OJK Tekankan Transparansi dalam Reformasi Pasar Modal RI

Poin Penting OJK percepat reformasi pasar modal melalui delapan rencana aksi untuk memperkuat likuiditas, transparansi,… Read More

4 hours ago

Sibuk Kerja dan Kejar Deadline?

Poin Penting Asuransi kesehatan penting di tengah gaya hidup sibuk dan biaya medis yang terus… Read More

5 hours ago

IHSG Masih Tertekan, OJK Minta Investor Pasar Modal Tetap Tenang

Poin Penting OJK menegaskan fundamental dan prospek jangka panjang pasar modal Indonesia masih sangat baik,… Read More

6 hours ago

BPJS Ketenagakerjaan Gandeng KONI, Klaim Atlet Tembus Rp31 Miliar

Poin Penting BPJS Ketenagakerjaan dan KONI memperluas perlindungan atlet, dengan 265 ribu pelaku olahraga terdaftar… Read More

6 hours ago

Simak! Ini Hasil Pertemuan OJK dan BEI dengan MSCI

Poin Penting OJK dan BEI paparkan 8 aksi reformasi pasar modal ke MSCI, dengan fokus… Read More

7 hours ago