Investment Strategist DBS Bank, Jun Yong Goh (kiri) dan Chief Investment Officer DBS Bank, Hou Wey Fook saat acara online media briefing DBS Chief Investment Officer (CIO) Insights bertajuk “The Long Game”, Senin (12/1). (Tangkapan layar webinar/kolase: Steven Widjaja/Julian)
Poin Penting
Jakarta – Invansi Amerika Serikat (AS) ke Venezuela mengkhawatirkan banyak pihak. Salah satu kekhawatiran yang mencuat adalah potensi terganggunya pasokan minyak dunia yang memicu inflasi harga minyak global.
Kekhawatiran tersebut dinilai wajar, mengingat Venezuela merupakan negara dengan cadangan minyak terbesar di dunia. Namun, pandangan berbeda disampaikan Investment Strategist DBS Bank, Jun Yong Goh.
Jun Yong menjelaskan, meskipun Venezuela memiliki cadangan minyak terbesar di dunia, tingkat produksinya saat ini sangat rendah, yakni di bawah 1 juta barel per hari. Rendahnya produksi tersebut disebabkan keterbatasan kapasitas Venezuela dalam mengelola sektor pertambangan minyak.
“Jika dilihat dari perspektif agregat, level produksi itu tidak cukup untuk menyebabkan guncangan supply global. Jadi, dalam jangka pendek, kita tidak melihat adanya perubahan pada harga energi,” sebut Jun saat acara online media briefing DBS Chief Investment Officer (CIO) Insights bertajuk “The Long Game”, Senin, 12 Januari 2026.
Baca juga: Trump Ngebet Garap Cadangan Emas Venezuela, Ternyata Segini Nilainya
Lebih lanjut, Jun menuturkan bahwa invansi militer AS ke Venezuela justru membawa dampak pada komoditas lain, yakni emas. Di tengah kondisi geopolitik yang semakin tidak menentu, emas sebagai instrumen investasi safe haven dinilai mampu menunjukkan kinerja yang solid.
Selain emas, Jun mengatakan, sektor lain yang dinilai diuntungkan adalah sektor pertahanan. Produsen peralatan militer maupun kontraktor pertahanan diperkirakan menjadi ekuitas yang berkinerja baik di tengah konflik geopolitik, terlepas dari hasil akhir aksi militer.
“Dalam situasi begini, emas sebagai instrumen investasi berperan dengan baik. Dan saya pikir, selanjutnya untuk investasi adalah perusahaan pertahanan yang juga berperan dengan baik. Mereka akan menjadikan kontrak mereka lebih terlihat,” ujar Jun.
Sementara itu, Chief Investment Officer DBS Bank, Hou Wey Fook menyampaikan, harga rata-rata emas global terus berada dalam tren peningkatan. Tiga tahun lalu, harga emas dunia masih berada di bawah USD2.000, sementara saat ini telah mencapai USD4.500 dan diproyeksikan terus tumbuh sepanjang 2026.
Data DBS menunjukkan, pemesanan emas (gold delivery) meningkat signifikan dalam satu tahun terakhir. Pada September 2025, pemesanan emas global melonjak hingga lebih dari 30.000 troy ons, atau naik sekitar 2,5 kali lipat dibandingkan September 2024 yang berada di kisaran 15.000 troy ons.
Kenaikan juga tercatat pada Agustus 2025 dengan volume pemesanan di atas 20.000 troy ons, meningkat 1,6 kali lipat dibandingkan Agustus 2024 yang berada di kisaran 15.000 troy ons.
Baca juga: Perkuat Bisnis Emas, BSI Optimalkan Layanan Bank Emas Lewat BYOND
Wey Fook menambahkan, ketidakpastian geopolitik global yang dipicu konflik Ukraina-Rusia, ketegangan China-AS, konflik Timur Tengah, ketegangan AS-Venezuela, hingga dinamika Uni Eropa dengan Greenland sebagai pemicu terbaru, ditambah disrupsi teknologi kecerdasan buatan (AI) yang menggantikan tenaga kerja manual, membuat diversifikasi portofolio investasi menjadi sangat krusial.
“Kita selalu menyarankan agar portofolio tetap terdiversifikasi tinggi dengan sebagian besar disalurkan pada emas dan ekuitas dari perusahaan terbaik,” cetus Wey Fook. (*) Steven Widjaja
Poin Penting BRI menerbitkan Surat Berharga Komersial (SBK) senilai Rp500 miliar, menjadi yang pertama di… Read More
Poin Penting Pelaporan SPT via Coretax capai 126.796 SPT hingga 12 Januari 2026 pukul 14.00… Read More
Poin Penting DBS Bank memproyeksikan IHSG menguat ke level 9.800 pada 2026, ditopang fundamental pasar… Read More
Poin Penting IHSG berbalik menguat pada pembukaan perdagangan 13 Januari 2026, naik 0,56 persen ke… Read More
Poin Penting Rupiah melemah di awal perdagangan Selasa (13/1/2026) ke level Rp16.873 per dolar AS,… Read More
Poin Penting Harga emas di Pegadaian kompak naik pada Selasa, 13 Januari 2026, mencakup produk… Read More