Perbankan

Genjot Transaksi Nasabah Selama Ramadan 2024, Begini Strategi PermataBank

Jakarta – Bulan Ramadan merupakan momen istimewa bagi seluruh umat Muslim, bukan hanya di Indonesia, tetapi juga di seluruh penjuru dunia. Tidak dapat dipungkiri, bulan suci ini juga sarat akan momen kebersamaan dan saling berbagi. 

Beragam kebutuhan di bulan Ramadan seperti belanja kebutuhan harian, travelling, maupun belanja ecommerce meningkat signifikan.

Memanfaatkan momentum tersebut, PermataBank berupaya meningkatkan transaksi nadabah dengan menawarkan beragam promo yang dapat dinikmati untuk berbelanja secara bijak sesuai kebutuhan selama bulan Ramadan.

Baca juga: Tumbuh 28,4 Persen, Laba Bersih PermataBank Jadi Rp2,6 Triliun di 2023

“Selama Ramadan 2024, kami memberikan berbagai macam promo dan potongan harga yang diberikan dalam “Menangin Ramadan Bareng PermataBank” menyesuaikan dengan kebutuhan nasabah yang ingin merayakan semaraknya suasana Ramadan,” kata Division Head of Corporate Communication PermataBank Glenn Ranti, dikutip Sabtu (23/3).

Lebih lanjut, nasabah dapat menikmati berbagai promo melalui produk-produk PermataBank seperti PermataKartuKredit, PermataKTA, PermataDebit Plus, PermataME, dan Mobile Banking PermataMobile X antara lain PermataKartuKredit: Hemat hingga Rp50.000 untuk belanja groceries.

Baca juga: PermataBank Salurkan Dana Hijau Rp500 M ke SUN Energy, Ini Alasannya

Ada juga, PermataKartuKredit: Diskon travel hingga Rp500.000 dan cashback hingga Rp2 juta + Cicilan 0 persen hingga 3 bulan, PermataKartuKredit: Diskon dining hingga Rp300.000, dan PermataKTA: Cashback hingga Rp100.000, dana tunai hingga Rp300 juta, dan bunga mulai dari 0.88 persen.

“Dengan promo Menangin Ramadan Bareng PermataBank, kami berharap nasabah dapat berbelanja dengan bijak, memanfaatkan kemudahan ini semaksimal mungkin sekaligus menyebarkan kebaikan selama bulan Ramadan,” pungkasnya. (*)

Muhamad Ibrahim

Berpengalaman sebagai jurnalis sejak 2014. Saat ini bertugas menulis tentang isu nasional, internasional, ekonomi, perbankan, industri keuangan non-bank (IKNB), hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Recent Posts

Asbisindo Institute–VOCASIA Hadirkan E-Learning untuk Perkuat Kompetensi Bankir Syariah

Poin Penting Asbisindo Institute dan VOCASIA meluncurkan platform e-learning terintegrasi untuk memperkuat kapabilitas SDM perbankan… Read More

3 hours ago

Penyelundupan BBM Subsidi Marak, DPR Desak Pengawasan Diperketat

Poin Penting Penyelundupan BBM bersubsidi masih marak dan meresahkan masyarakat, terutama yang berhak menerima subsidi… Read More

8 hours ago

Grab Luncurkan 13 Fitur Baru Berbasis AI, Apa Saja?

Poin Penting Grab meluncurkan 13 fitur berbasis AI di acara GrabX untuk meningkatkan kenyamanan pengguna,… Read More

8 hours ago

Indonesia SIPF Siapkan Consultation Paper, Ini Tujuannya

Poin Penting SIPF menyiapkan consultation paper untuk mendorong Lembaga Perlindungan Pemodal masuk dalam revisi UU… Read More

9 hours ago

BI Sinyalkan Ruang Penurunan BI Rate Kian Sempit, Dampak Konflik Timur Tengah

Poin Penting Ruang penurunan suku bunga makin sempit, BI fokus pada stabilitas di tengah ketidakpastian… Read More

9 hours ago

Lo Kheng Hong Borong Saham Intiland dan Gajah Tunggal, Ini Profilnya

Poin Penting Lo Kheng Hong terus mengakumulasi saham DILD dan GJTL sepanjang awal 2026 saat… Read More

9 hours ago