Genjot Revenue, Ini Strategi Temas di 2022

Jakarta – Emiten pelayaran angkutan barang dengan kontainer, PT TEMAS Tbk mengaku tetap fokus melakukan peningkatan revenue lewat pengembangan di anak usaha pelayaran dan depo peti Kemas.

Direktur Utama Perseroan, Faty Khusumo mengatakan, dari sisi kapasitas angkut armada, tahun ini pihaknya melakukan pengembangan dengan menambah 11 unit kapal. Dengan adanya penambahan tersebut  kapasitas angkut armada Perseroan menjadi 24.673 TEUs atau 373.874 DWT.

“Penambahan jumlah armada ini bertujuan untuk mengakomodir kebutuhan segmentasi terkait rute pelayaran untuk pelabuhan kecil dan menengah,” kata Faty Khusumo, Senin, 13 Desember 2021.

Disisilain, Perseroan juga akan melakukan diversifikasi anak usaha, digitalisasi logistik dan terus mengembangkan system “KlikTemas”, sebuah sistem yang dikembangkan untuk proses Digitalisasi.

“Kami ingin memberi nilai tambah pada pelayanan yang kami berikan kepada para customer. Dengan adanya sistem ini diharapkan para customer dapat lebih dimudahkan dalam menggunakan jasa kami, mulai dari proses booking muatan sampai kepada proses pengambilan muatan di pelabuhan tujuan,” tambah Harry Haryanto, Direktur PT Temas Shipping.

Sekedar informasi, volume muatan perusahaan sendiri hingga kuartal III 2021 tercatat naik 18.61%  menjadi 365.014 TEUs dibandingkan periode sama tahun sebelumnya, sebesar 311.119 TEUs.

Perseroan mencatatkan laba bersih kuartal III 2021 sebesar Rp623,2 miliar, naik 11.658% dibandingkan perolehan diperiode sama tahun lalu sebesar Rp5,3 miliar. Di sisi lain Aset perusahaan ikut naik menjadi Rp3,96 triliun dari sebelumnya Rp3,84 triliun. Sedangkan eekuitas naik menjadi Rp1,58 triliun dari Rp1,21 triliun.

“Dengan investasi yang dilakukan sepanjang tahun 2021, maka diharapkan dapat meningkatkan produktivitas serta volume angkut pada tahun ini,” ujar Ganny Zheng. (*)

Paulus Yoga

Recent Posts

Transaksi MADINA Bank Muamalat Tembus Rp. 48 triliun pada akhir 2025.

Bank Muamalat Indonesia mencatat kinerja yang solid untuk layanan cash management system bernama Muamalat Digital… Read More

16 mins ago

Sejak 1976, BTN Salurkan KPR Rp530 Triliun untuk 6 Juta Rumah

Poin Penting BTN telah menyalurkan 6 juta unit KPR sejak 1976 hingga April 2026 dengan… Read More

1 hour ago

ALTO Luncurkan ASKARA Connect dan Collab, Perkuat Pengelolaan Transaksi Digital

Poin Penting ALTO luncurkan ASKARA Connect dan ASKARA Collab untuk mengintegrasikan pemantauan, pengelolaan, dan analisis… Read More

1 hour ago

BTN Targetkan Penyaluran KPR Capai 400 Ribu Unit per Tahun

Poin Penting optimistis pertumbuhan KPR tetap positif dalam 3–5 tahun ke depan, dengan target peningkatan… Read More

1 hour ago

ALTO Network Proses 30 Juta Transaksi Harian, QRIS jadi Kontributor Terbesar

Poin Penting ALTO Network memproses ~30 juta transaksi per hari hingga Maret 2026, dengan kontribusi… Read More

2 hours ago

RUPST OCBC Sepakat Tebar Dividen Rp1,03 Triliun dan Buyback 438 Ribu Saham

Poin Penting RUPST OCBC sepakat untuk membagikan dividen tunai Rp1,03 triliun atau Rp45 per saham… Read More

4 hours ago