Keuangan

Genjot Pertumbuhan Bisnis, Qoala Gaet Dua Direksi Baru

Jakarta – Salah satu perusahaan InsurTech, Qoala pada hari ini (13/8) telah mengumumkan bergabungnya dua figur, yakni Randy Lianggara dan Yujun Chean ke dalam manajemen.

Melalui keterangan resmi Qoala, Randy Lianggara menjabat sebagai CEO Regional untuk Asia di AVIVA dan mengawasi operasional AVIVA Singlife Holdings sebagai perusahaan asuransi terkemuka di Singapura yang akan bergabung dengan Qoala. 

Dengan pengalaman hampir tiga dekade di industri asuransi di Indonesia dan Asia, Randy akan membantu memperkuat kehadiran dan dampak strategis Qoala di Asia Tenggara.

Lalu, Yujun Chean yang sebelumnya merupakan Co-Founder and CEO FairDee, perusahaan InsurTech sukses di Thailand yang diakuisisi oleh Qoala pada tahun 2021, kini bergabung dengan Qoala sebagai Group Chief Operating Officer. 

Baca juga: Insurtech Qoala Raih Pendanaan Seri B+ USD7,5 Juta

Dengan keahlian lebih dari dua puluh tahun dan rekam jejak dalam pengembangan strategi dan kepemimpinan tim, Yujun diharapkan dapat mendorong operasional dan memberikan kontribusi signifikan terhadap ekspansi bisnis regional Qoala.

Founder and CEO Qoala, Harshet Lunani, mengatakan bahwa, dengan hadirnya dua figur tersebut yang memiliki pengalaman kepemimpinan dan pengetahuan industri mereka yang mendalam tentunya akan menjadi pendorong yang signifikan bagi langkah strategis regional Qoala.

“Qoala berkomitmen untuk merevolusi aksesibilitas asuransi melalui inovasi teknologi dan bergabungnya Randy Lianggara serta Yujun Chean ke dalam manajemen menegaskan dedikasi perusahaan untuk meningkatkan manajemennya dengan para profesional berpengalaman yang mampu mendorong pertumbuhan dan membantu Qoala dalam memberikan layanan yang terbaik di Asia Tenggara,” ujar Harshet dalam keterangan resmi di Jakarta, 13 Agustus 2024.

Baca juga: Indonesia Insurance Summit 2024 Hadirkan Regulator dari Malaysia, Jepang, dan Tanzania, Catat Tanggalnya

Adapun sejak 2021, Qoala telah mencapai pertumbuhan yang positif, dengan Gross Written Premiums (GWP) meningkat lebih dari tujuh kali lipat, jumlah Mitra agen bertambah lebih dari empat kali lipat, dan kini Qoala telah menjadi pemain regional yang beroperasi di beberapa negara, yakni Indonesia, Malaysia, Thailand, Vietnam, dan Filipina. 

Pencapaian tersebut menegaskan resistansi dan pertumbuhan Qoala dalam menghadapi pandemi yang penuh tantangan.

Selain itu, pada Maret tahun ini Qoala juga melakukan program pembelian kembali saham karyawan atau ESOP (Employee Stock Option Plan) untuk kedua kalinya di mana Qoala menjadi salah satu dari sedikit perusahaan di Asia Tenggara yang melakukan inisiatif tersebut. (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

Wamen Bima Arya Tegaskan Aturan Main WFH ASN, Pelayanan Publik Tak Boleh Kendur

Poin Penting Pemerintah memastikan kebijakan WFH diterapkan tanpa mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat. Sektor layanan… Read More

39 mins ago

OJK dan BEI Terapkan Kebijakan HSC, Berikut Penjelasannya

Poin Penting OJK terapkan kebijakan HSC untuk mengidentifikasi konsentrasi kepemilikan saham yang tinggi pada kelompok… Read More

3 hours ago

Dapat Restu Prabowo, Purbaya Mau Caplok dan Ubah PNM jadi Bank UMKM

Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengusulkan pengambilalihan PNM dari BPI Danantara untuk dijadikan… Read More

3 hours ago

Rawan Kejahatan Siber, CIMB Niaga Perkuat Keamanan OCTO Biz dengan Sistem Berlapis

Poin Penting Keamanan OCTO Biz diperkuat dengan sistem berlapis termasuk enkripsi data, autentikasi pengguna, dan… Read More

4 hours ago

Permudah Akses Investasi, KB Bank Syariah Hadirkan Deposito iB Online

Poin Penting KB Bank Syariah menghadirkan layanan deposito digital melalui aplikasi BISA Mobile untuk memperluas… Read More

4 hours ago

Purbaya Lapor APBN Tekor Rp240,1 Triliun di Kuartal I 2026

Poin Penting Defisit APBN kuartal I 2026 mencapai Rp240,1 triliun (0,93 persen PDB), lebih tinggi… Read More

4 hours ago