Pemerintah Optimis Serap Devisa Pariwisata US$28 Miliar Pada 2024
Yogyakarta – Pemerintah berupaya untuk dapat menekan angka defisit transaksi berjalan atau current account deficit (CAD) Indonesia salah satunya melalui devisa pariwisata. Bahkan, Pemerintah optimis dapat menekan angka CAD hingga 0% terhadap produk domestik bruto (PDB) .
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitanpun optimis sektor pariwisata dapat menjadi quick wins peningkatan devisa.
“Pariwisata ini, emang ini satu dari 3 sumber quick wins kita untuk CAD. Seperti kita tau CAD tahun kemarin US$ 17,5 miliar, tahun ini mungkin US$25 miliar. Tapi dengan ada langkah ini kami lihat tahun depan mungkin CAD kita akan hampir gak ada atau ke arah nol persen,” kata Luhut pada acara Rakor Pusda dengan tema “Memperkuat Sinergi Dalam Akselerasi Pengembangan Destinasi Pariwisara Prioritas” di Hotel Ambarukmo Yogyakarta, Rabu 29 Agustus 2018.
Baca juga: BI: Peningkatan Devisa Pariwisata Jadi Upaya Stabilisasi Rupiah
Tak hanya dengan langkah itu, Luhut juga optimis adanya kebijakan bauran Crude Palm Oil (CPO) sebanyak 20% terhadap solar atau B20 yang akan dilaksanakan pada September 2018 mendatang akan lebih menekan CAD.
“Dengan mengurangi impor crude oil, mengganti dengan B20 maka kita bisa hemat US$ 2 miliar tahun ini dan tahun depan bisa US$ 8 miliar karena tahun ini akan kita ganti dengan 1,2 juta ton biodiesel,” jelas Luhut.
Sebagai informasi, Bank Indonesia (BI) mencatat defisit transaksi berjalan atau CAD masih meningkat pada triwulan II 2018. Defisit transaksi berjalan tercatat US$ 8,0 miliar atau 3,0% terhadap PDB pada triwulan II 2018, angka tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan defisit triwulan sebelumnya sebesar US$ 5,7 miliar (2,2% PDB). (*)
Poin Penting Pemkab Serang resmi memindahkan RKUD ke Bank Banten, ditandai penandatanganan PKS pada 9… Read More
Bank Muamalat Indonesia mencatat kinerja yang solid untuk layanan cash management system bernama Muamalat Digital… Read More
Poin Penting BTN telah menyalurkan KUR Rp2,72 triliun hingga Maret 2026, didominasi KUR kecil (75%)… Read More
Poin Penting BTN telah menyalurkan 6 juta unit KPR sejak 1976 hingga April 2026 dengan… Read More
Poin Penting ALTO luncurkan ASKARA Connect dan ASKARA Collab untuk mengintegrasikan pemantauan, pengelolaan, dan analisis… Read More
Poin Penting optimistis pertumbuhan KPR tetap positif dalam 3–5 tahun ke depan, dengan target peningkatan… Read More