Perbankan

Genjot Literasi Keuangan Syariah, MES dan OJK Gerakan 5000 Santri Menabung

Yogyakarta – Literasi keuangan syariah saat ini masih sebesar 8,93%, sementara inklusi keuangan di angka 9,10%. Untuk itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) bekerjasama meluncurkan program Gerakan Santri Menabung, untuk mendorong serta mengembangkan ekosistem ekonomi dan keuangan syariah di pesantren.

Gaerakan Santri Menabung ini mengajak lebih dari 5000 santri untuk melakukan pembukaan rekening di bank syariah.

Friderica Widyasari Dewi Anggaota Dewan Komisioner OJK Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen mengatakan, bahwa saat ini pondok pesantren harus memiliki peran bukan hanya sebagai pusat pendidikan keagamaan tapi juga pusat pemberdayaan ekonomi umat, salah satunya melalui pengenalan dan pemanfaatan dari layanan jasa keuangan syariah.

“Produk dan layanan keuangan syariah dapat menjadi solusi dalam mendukung peran pemberdayaan ekonomi dan aktivitas transaksi keuangan di lingkungan pondok pesantren,” ujar Friderica, di Yogyakarta, Sabtu, 22 Oktober 2022.

Selain itu, Friderica juga mewanti-wanti agar masyarakat tidak terjebak dengan penawaran pinjaman online (Pinjol) ilegal yang saat ini beredar luas di lingkungan masyarakat.

“Yang bahaya dan meresahkan masyarakat adalah kehadiran Pinjol ilegal. Oleh karena itu ilmu yang akan santri-santri pelajari dalam kesempatan kali ini akan sangat bermanfaat,” tegas Friderica.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat MES, Iggi Haruman Achsien mengatakan bahwa Santri memiliki peran yang signifikan dalam mendorong kemajuan peradaban, terutama melalui penguatan perannya di sektor ekonomi dan kewangan syariah.

“Santri melalui karakteristiknya yang terkenal dengan keuletan, disiplin, sabar, mandiri,
dan tawadhu dapat menjadi bagian penting dalam kemajuan ekonomi syariah di Indonesia,” kata Iggi.

Menurutnya sikap santri tersebut adalah soft skill yang harus dioptimalkan melalui penyediaan sarana dan akses keuangan syariah yang mudah dijangkau. Santri dengan kreativitasnya dapat memberikan implikasi positif terhadap positioning pesantren sebagai salah satu roda penggerak ekonomi syariah terutama dengan aktivitas pemberdayaan bisnis yang masif dan berkelanjutan di sektor-sektor potensial.

Lebih lanjut, Iggi mengatakan untuk mengoptimalkan fungi ekonomi pesantren perlu disusun sebuah roadmap yang mencakup strategi pemberdayaan ekonomi pesantren yang dapat dikembangkan secara bertahap dan berkelanjutan.

“Diantara aspek yang perlu mendapat perhatian khusus adalah literasi dan inklusi
keuangan syariah di kalangan pesantren, santri, dan masyarakat sekitarnya. Oleh karena itu, program Gerakan Santri menabung ini menjadi program kolaboratif antara MES dan OJK untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah melalui peran santri,” ungkapnya. (*) Irawati

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

BI Tetap Siaga di Pasar Jaga Rupiah selama Libur Panjang Nyepi dan Idul Fitri

Poin Penting BI tetap siaga memantau rupiah selama libur Lebaran, termasuk melalui pasar offshore meski… Read More

2 hours ago

Dampak Perang Timur Tengah, BI Tarik Sinyal Penurunan Suku Bunga

Poin Penting BI tidak lagi memberi sinyal penurunan suku bunga akibat meningkatnya risiko global dari… Read More

3 hours ago

BSN Jalin Kerja Sama dengan Ekosistem Properti Syariah Indonesia

Kerjasama ini juga membuka ruang bagi pengembangan bisnis terutama inisiatf mendukung program pemerintah dalam pengembangan… Read More

3 hours ago

Porsi Pembiayaan Meningkat, Maybank Indonesia Perkuat Pembiayaan SME Syariah

Poin Penting PT Bank Maybank Indonesia Tbk memperkuat pembiayaan SME syariah sebagai pilar utama pengembangan… Read More

5 hours ago

Libur Panjang Nyepi dan Idul Fitri, Tarif LRT Jabodebek Dipatok Maksimal Rp10.000

Poin Penting PT Kereta Api Indonesia (Persero) menetapkan tarif maksimal LRT Jabodebek sebesar Rp10.000 selama… Read More

5 hours ago

Wacana Pemotongan Gaji Pejabat Diminta jadi Gerakan Disiplin Fiskal Nasional

Poin Penting Anggota Komisi II DPR RI Ali Ahmad menilai wacana pemotongan gaji pejabat yang… Read More

5 hours ago