Bidik Segmen Kesehatan, Mandiri Syariah Dukung IHex 2018
Jakarta– PT Bank Syariah Mandiri (BSM) meluncurkan BSM Cash Management System untuk meningkatkan dana murah dan meningkatkan fee based income. Acara peluncuran berlangsung di tengah pameran Keuangan Syariah di Jakarta, 3 Maret 2016.
BSM Cash Management System adalah saluran distribusi elektronik yang ditujukan bagi nasabah perusahaan atau institusi untuk melakukan aktivitas transaksional dan pengelolaan keuangan terhadap rekeningnya dengan cepat, mudah dan aman.
Direktur Utama BSM, Agus sudiarto menyebutkan layanan Cash Management sejalan dengan tekad perusahan untuk terus menumbuhkan bisnis. dengan fokus pada segmen ritel dan cash management. Layanan Cash Management menyasar nasabah institusi namun akan meningkatkan dana ritel.
“Kami berharap dapat merangkul ekosistem bisnis institusi pendidikan seperti perguruan tingi dan sekolah serta rumah sakit Islam serta institusi lainya,” kata dia.
Manajemen berharap bisa memperoleh fee based income total sekitar Rp1,8 miliar dan tambahan dana murah sekitar Rp500 miliar dari layanan ini. Pada 2015, komposisi dana murah BSM 49,63%. Diharapkan komposisi dana murah naik menjadi di atas 50%.
“Layanan Cash Management didukung sistem IT yang handal sehinga nasabah dapat melakukan transaksi dan memonitor melalui 1 aplikasi dengan aman dan mudah,” tambahnya. (*) Ria Martati
Oleh Anto Prabowo, Dosen FEB UNS Solo DI tengah dinamika kebijakan ekonomi nasional, munculnya dua… Read More
Dalam program tersebut, BSN memberikan dukungan pembiayaan pendidikan bagi pegawai aktif yang memenuhi kriteria, baik… Read More
Pada ajang tersebut, CIMB Niaga meraih tiga penghargaan, masing-masing pada kategori Produk Wealth Management untuk… Read More
Poin Penting Tugu Insurance mencatat laba Rp711,06 miliar di 2025, meningkat dari Rp401,57 miliar (restated).… Read More
Poin Penting ICEx resmi diluncurkan sebagai platform infrastruktur aset kripto berstandar institusional, didukung modal USD70… Read More
Poin Penting Notional value transaksi ICDX mencapai Rp12.477 triliun pada kuartal I 2026, melonjak 96%… Read More