Ekonomi dan Bisnis

Genjot Ekspor, LPEI Bersama Pemprov Jatim Cetak 6 Desa Devisa Baru

Surabaya — Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI)/Indonesia Eximbank terus berupaya meningkatkan ekspor nasional melalui berbagai program unggulan salah satunya program Desa Devisa. LPEI pun memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk mengukuhkan enam Desa Devisa baru yang diluncurkan dalam acara East Java Export Festival.

Atas diresmikannya enam Desa Devisa baru ini, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indra Parawansa mengaku optimistis akan mampu meningkatkan kinerja ekspor di Jawa Timur khususnya para pelaku UMKM, sehingga dalam waktu yang sama juga akan bisa meningkatkan kesejahteraan para pengrajin.

“Alhamdulillah hari ini bertambah 6 Desa Devisa di Jawa Timur. Kita berharap ini bisa meningkatkan kinerja ekspor dan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Untuk LPEI, kami berharap kuota Desa Devisa dapat semakin ditambah. Sebab, secara tidak langsung Desa Devisa sebagai jembatan bagi produk lokal untuk menjadi kunci pertumbuhan ekonomi Jawa Timur bahkan nasional,” ujar Khofifah dikutip 3 November 2022.

Adapun enam Desa Devisa yang diluncurkan tersebut antara lain (1) Desa Devisa Tenun Ikat Lamongan, (2) Desa Devisa Batik & Tenun Gedog Margorejo dan (3) Kedungrejo Tuban,(4) Desa Devisa Klaster Furnitur & Home Décor Bonggol Jati Ngawi, (5) Desa Devisa Klaster Furnitur & Home Décor Kendang Jimbe Blitar, (6) Desa Devisa Klaster Rempah – Jahe Pacitan.

Enam Desa Devisa yang diluncurkan kali ini, selanjutnya akan diberikan pendampingan dan pelatihan oleh LPEI dalam rangka mendorong ke enam desa tersebut menembus pasar ekspor. Enam desa devisa ini juga diharapkan dapat menjadi pilot project sebagai percontohan untuk desa lainnya, sehingga menjadi daya ungkit untuk maju bersama menjadi desa berorientasi ekspor.

Direktur Pelaksana Bidang Hubungan Kelembagaan LPEI Chesna F. Anwar pun terus mendukung penuh kolaborasi yang senantiasa terjalin antara LPEI dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

“Pada hari ini, LPEI kembali berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang akan bersama-sama mendorong 36 desa yang berada di 6 lokasi di Jawa Timur menjadi Desa #LokalyangMendunia. Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang senantiasa berkolaborasi bersama kami dalam rangka mengembangkan UKM Ekspor,” tegas Chesna F. Anwar.

Lebih lanjut, Chesna F. Anwar juga menyampaikan bahwa Desa Devisa di Jawa Timur adalah yang terbanyak di Indonesia.

Ia menambahkan, dengan semangat #LokalyangMendunia, LPEI bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah melaksanakan pelatihan Coaching Program for New Exporter (CPNE) yang melibatkan 604 peserta dan berhasil menciptakan 50 eksportir baru sampai dengan September 2022.

Selain itu dari sisi pembiayaan UKM di Jawa Timur LPEI telah menyalurkan pembiayaan ekspor sebesar Rp5,4 Triliun per Juni 2022. 

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Timur, Drajat Irawan mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada LPEI atas dukungan yang diberikan melalui berbagai kerja sama yang telah dan tengah dilaksakanakan dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

“Besar harapan kami melalui acara ini dapat mengoptimalkan sinergitas yang terjalin dalam rangka peningkatan neraca perdagangan serta mendorong pemulihan ekonomi,” ungkap Drajat Irawan. (*)

Selain pengukuhan enam desa devisa baru, LPEI juga turut berpartisipasi sebagai narasumber pada sesi talkshow: Strategi Menembus Pasar Ekspor yang dikemas dalam satu rangkaian acara East Java Export Festival.

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

Bank Mega Gandeng IKPI Perkuat Pemahaman Coretax ke Nasabah

Poin Penting PT Bank Mega menggandeng IKPI dan FlazzTax menggelar Seminar Coretax untuk mengedukasi nasabah… Read More

9 hours ago

40 Juta UMKM Belum Berizin, BKPM Siap Permudah Proses NIB

Poin Penting 15,2 juta NIB diterbitkan, 14,9 juta untuk usaha mikro; masih ada 40 juta… Read More

10 hours ago

Purbaya Sesuaikan Strategi Penempatan Dana di Perbankan dengan Kebijakan BI

Poin Penting Pemerintah memperpanjang penempatan Rp200 triliun di bank-bank milik negara hingga September 2026 untuk… Read More

11 hours ago

Duh! Program MBG Berpotensi Buang Uang Negara Rp1,27 Triliun per Minggu

Poin Penting Studi CELIOS menunjukkan Program MBG bisa membuang 62–125 juta porsi/minggu, merugikan negara Rp622… Read More

12 hours ago

OJK Tegaskan Tak Ada “Injury Time” Spin Off UUS Asuransi

Poin Penting OJK menegaskan tidak ada perpanjangan waktu, semua UUS asuransi wajib spin off paling… Read More

12 hours ago

Bursa Calon ADK OJK, Purbaya: Sudah Ada Kandidat Kompeten, tapi Belum Banyak

Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa ungkap sudah ada sejumlah pendaftar calon ADK OJK, terutama… Read More

13 hours ago