Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto menghadiri World Economic Forum (WEF) Annual Meeting 2026 yang digelar pada Kamis, 22 Januari 2026, di Davos, Swiss. Foto: BPMI Setpres
Poin Penting
Jakarta – Presiden Republik Indonesia (RI), Prabowo Subianto, menyatakan pembangunan desa nelayan telah mulai direalisasikan dan ditargetkan mencapai 1.000 desa nelayan pada 2026.
Menurut Prabowo, setiap desa nelayan tersebut akan dihuni sekitar 300 hingga 2.000 nelayan yang selama ini belum tersentuh fasilitas pemerintah.
“Nelayan belum pernah dapat perhatian tidak bisa dapat es tidak ada pabrik es, mereka sulit dapat solar, dapat akses ke pasar ini kita ubah,” ucap Prabowo dalam Indonesia Economic Outlook di Jakarta, 13 Februari 2026.
Baca juga: Prabowo Klaim Jumlah Penerima MBG Setara dengan Penduduk Afrika Selatan
Untuk mendukung program tersebut, pemerintah akan menyediakan berbagai fasilitas penunjang, mulai dari cold storage, dermaga, kapal, hingga kendaraan distribusi hasil tangkapan. Dalam empat tahun ke depan, pemerintah menargetkan pembangunan 5.000 desa nelayan.
“Saudara-saudara dan ini semua bukan handout, bukan kita bagi-bagi. Ini kita organisir dalam koperasi. Semua pengeluaran mereka akan bayar kembali ke bank-bank dan ke pemerintah,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Prabowo menegaskan desa nelayan juga akan dipermudah dalam mengakses pasar ekspor secara langsung melalui pelabuhan dan bandara.
“Kita akan permudah regulasi supaya mereka bisa menumbuhkan kegiatan ekonomi yang mendasar,” ujar Prabowo.
Baca juga:KPI Dukung Kelompok Nelayan Kembangkan Budidaya Ikan Lewat Teknologi Bioflok
Hingga saat ini, hampir 100 desa nelayan telah terbangun di berbagai wilayah. Para nelayan, kata Prabowo, diberikan skema pengembalian investasi dengan tenor panjang, lebih dari 10 tahun.
“Kita kasih kelonggaran mengembalikannya supaya tidak terlalu berat untuk mereka. Kita beri kelonggaran pengembaliannya bisa di atas 10 tahun, 11 sampai 12 tahun,” tambahnya. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting Pemerintah menyiapkan kebijakan work from home (WFH) untuk menghemat konsumsi energi, khususnya BBM.… Read More
Poin Penting PT Gala Bumiperkasa (PT GBP) dijatuhi sanksi Rp214,68 miliar karena melaporkan SPT tidak… Read More
Poin Penting IHSG sesi I Kamis (26/3) ditutup melemah 1,21 persen ke level 7.214,08 dari… Read More
Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan sistem Coretax akan terus diperbaiki agar lebih… Read More
Poin Penting OJK menyatakan belum menerima secara resmi paket calon direksi BEI hingga saat ini… Read More
Poin Penting DJP mencatat 9.072.935 SPT Tahunan PPh 2025 telah dilaporkan hingga 25 Maret 2026… Read More