Poin Penting
- BTN mempercepat transformasi ecosystem banking untuk meningkatkan CASA, transaksi nasabah, dan fee-based income.
- CASA BTN tumbuh 8,20 persen secara tahunan menjadi Rp216,02 triliun per April 2026.
- BTN mengoptimalkan ekosistem perumahan dan memperluas penetrasi ke sektor pendidikan, kesehatan, serta UMKM.
Jakarta – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) mempercepat akselerasi transformasi ekosistem banking dalam menggenjot portofolio bisnis dari sisi dana murah/CASA, volume transaksi nasabah hingga sumber pendapatan berkelanjutan (fee-based income) di tengah kondisi persaingan likuiditas perbankan yang semakin ketat.
Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, mengungkapkan bahwa industri perbankan saat ini dihadapkan pada tantangan sekaligus peluang baru dalam menjaga pertumbuhan ekonomi nasional.
Di tengah dinamika ketegangan geopolitik global, industri perbankan dituntut untuk adaptif dan tidak lagi sekadar mengandalkan strategi penghimpunan dana tradisional yang berbasis pada adu suku bunga tinggi (interest rate-driven funding).
Sebaliknya, bank harus mampu menangkap arus transaksi dan aktivitas ekonomi nasabah secara lebih luas dan terintegrasi.
“Persaingan perbankan saat ini tidak lagi hanya bertumpu pada penyaluran kredit dan penghimpunan funding konvensional. Ke depan, kemampuan membangun ekosistem dan menjadi bagian dari aktivitas transaksi harian (daily transaction banking) nasabah akan menjadi faktor penentu utama dalam menjaga pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan,” ujar Nixon dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa, 2 Juni 2026.
Baca juga: BTN Genjot Pasar Secondary Lewat Lelang 10.000 Rumah
Adapun per April 2026, BTN sukses mencatatkan pertumbuhan positif pada dana murah. Current account dan savings account (CASA) perseroan secara konsolidasi tercatat tumbuh 8,20 persen secara tahunan per April 2026 dari Rp199,65 triliun pada April 2025 menjadi Rp216,02 triliun.
Perluas Layanan di Luar Pembiayaan Rumah
Nixon melanjutkan, untuk mengimplementasikan strategi penguatan CASA tersebut, bank yang fokus pada pembiayaan properti ini memanfaatkan kekuatan utamanya yakni ekosistem perumahan yang selama ini menjadi keunggulan komparatif perseroan.
Ekosistem hulu-ke-hilir ini mencakup para pengembang (developer), kontraktor, toko bangunan, notaris, agen properti, komunitas penghuni perumahan, hingga seluruh jaringan usaha turunan yang terhubung dengan sektor real estate.
Melalui pendekatan ekosistem yang komprehensif, BTN tidak lagi membatasi diri hanya pada pembiayaan kepemilikan rumah (KPR).
Baca juga: Akuisisi Kredit Jumbo SMBC Indonesia Dinilai Jadi Katalis Positif bagi BTN
Perseroan kini memperluas portofolio layanannya ke berbagai aktivitas finansial yang lebih luas, seperti layanan payroll (penggajian), Cash Management System (CMS) untuk pengelolaan kas korporasi, solusi layanan perbankan digital, pembiayaan modal kerja bagi pelaku usaha, serta penyediaan solusi keuangan terintegrasi bagi komunitas di dalam ekosistem tersebut.
Kantor Cabang Diubah jadi Pusat Ekosistem Bisnis
Selain memperluas lini produk, transformasi ini juga menyentuh aspek struktural operasional perseroan. BTN mendorong reposisi fundamental jaringan kantor cabangnya di berbagai daerah untuk diubah menjadi pusat pengembangan ekosistem bisnis (business ecosystem hub).
Nixon juga menjelaskan kantor cabang BTN tidak lagi hanya berfungsi secara pasif sebagai sales outlet atau tempat penjualan produk semata.
Jaringan fisik ini harus bertransformasi menjadi motor penggerak utama dalam akuisisi bisnis baru di daerah melalui pemetaan potensi wilayah yang presisi, pembinaan komunitas usaha lokal, serta penciptaan sumber-sumber pertumbuhan baru yang berbasis pada karakteristik ekonomi ekosistem setempat.
Baca juga: Alasan BTN Akuisisi Portofolio Kredit Jumbo SMBC Indonesia Rp19,92 Triliun
Bidik Pendidikan, Kesehatan, dan UMKM
Langkah penyegaran ini merupakan bagian dari cetak biru (blueprint) strategi jangka panjang BTN untuk memperkokoh struktur pendanaan bank, meningkatkan keterikatan nasabah (customer engagement), sekaligus mendiversifikasi serta memperbesar kontribusi pendapatan berbasis komisi atau fee-based income.
“BTN memiliki keunggulan kompetitif yang tidak dimiliki oleh banyak bank lain, yaitu ekosistem perumahan yang sangat masif. Potensi besar inilah yang akan kami optimalkan secara penuh menjadi sumber mesin pertumbuhan baru, baik dari sisi peningkatan volume transaksi, penguatan rasio dana murah, maupun pengembangan layanan keuangan yang jauh lebih terintegrasi,” kata Nixon.
Tidak berhenti pada sektor properti, BTN juga menargetkan perluasan penetrasi ecosystem banking ke berbagai sektor strategis non-perumahan lainnya yang memiliki perputaran arus kas tinggi dan keterikatan kuat dengan kebutuhan harian masyarakat.
Beberapa sektor potensial yang kini tengah dipacu formulasinya antara lain sektor pendidikan (sekolah dan universitas), sektor kesehatan (rumah sakit dan klinik), pengembangan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta berbagai komunitas bisnis lokal.
Lewat ekspansi ini, BTN optimistis dapat membangun fondasi bisnis yang lebih tangguh, terdiversifikasi, dan siap menghadapi tantangan ekonomi di masa depan. (*)
Editor: Yulian Saputra


