News Update

Genjot Bisnis, BTN Bakal Lakukan Sejumlah Aksi Korporasi Tahun Ini

Poin Penting

  • BTN menyiapkan pendirian anak usaha asuransi umum dan multifinance, serta rencana penambahan modal melalui virtual capital Rp2 triliun dan penerbitan obligasi/wholesale funding Rp4 triliun.
  • Seluruh aksi korporasi ditargetkan terealisasi bertahap pada semester I–II 2026 untuk memperkuat struktur permodalan dan diversifikasi usaha, termasuk pembiayaan syariah.
  • BTN membidik pertumbuhan laba bersih 20–22 persen, kredit tumbuh 8–9 persen yoy dengan NPL di bawah 3 persen, serta pertumbuhan DPK 7–8 persen dengan cost of fund sekitar 3,6 persen.

Jakarta – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) tengah menyiapkan berbagai aksi korporasi pada 2026 sebagai bagian dari strategi penguatan bisnis dan permodalan. Langkah tersebut mencakup pendirian anak usaha anyar hingga penerbitan instrumen pendanaan.

Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu mengatakan, pihaknya bakal mendirikan anak usaha di sektor asuransi umum dengan kebutuhan modal senilai Rp250 miliar, yang ditargetkan terealisasi pada semester II 2026.

“Perseroan juga berencana mendirikan anak usaha di sektor multifinance dengan nilai investasi sekitar Rp3-5 triliun, dengan target dapat terealisasi pada semester II 2026,” ujar Nixon, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VI DPR RI di Kompleks Parlemen Jakarta, dinukil Antara, Senin, 26 Januari 2026.

Baca juga: Fundamental Makin Menarik, Harga Saham BBTN Terus Nanjak

“Kemudian kita usulkan ada penambahan kapital satu di perusahaan asuransi dan pendirian anak usaha perusahaan pembiayaan syariah dan seterusnya,”sambungnya.

Lanjutnya, BTN juga merencanakan penambahan modal senilai Rp2 triliun melalui penerbitan virtual capital yang rencananya direalisasikan pada semester II 2026.

“Kemudian ada beberapa aksi korporasi yang akan kami lakukan di tahun 2026, yaitu penerbitan virtual capital lagi Rp2 triliun, dan ini kita harapkan juga dibeli Danantara,” jelasnya.

Selain itu, ia bilang perseroan melakukan penerbitan Bonds atau Wholesale Funding dengan nilai mencapai Rp4 triliun, yang dilaksanakan secara bertahap pada semester I hingga semester II 2026.

“Kemudian ada bonds Rp4 triliun atau wholesale funding,” ujar Nixon.

Target Kinerja 2026

Nixon mengungkapkan, bank pelat merah yang fokus pada segmen kredit kepemilikan rumah (KPR) ini membidik pertumbuhan laba bersih di kisaran level 20–22 persen pada 2026.

Baca juga: KB Bank Dorong Kreativitas Entrepreneur Muda Berbasis ESG Lewat GenKBiz

Selain itu, penyaluran kredit ditargetkan tumbuh 8-9 persen secara tahunan (year-on-year/YoY) dengan Non Performing Loan (NPL) berada di bawah 3 persen.

Adapun, dari pertumbuhan deposit ditargetkan sebesar 7-8 persen pada 2025, dengan biaya dana atau Cost of Fund berada di level 3,6 persen, serta beban kredit di kisaran 1- 1,2 persen.

“Kami merencanakan sampai tahun depan, loan growth mungkin masih 8-9 persen, tapi ini OJK terus terang minta dinaikkan, karena 12 (persen) tahun lalu. Kemudian, net profit kita masih berani tulis 20-22 persen, karena memang masalah-masalah kredit masa lalunya udah selesai. Jadi udah bersih,” pungkasnya. (*)

Editor: Galih Pratama

Muhamad Ibrahim

Recent Posts

Rupiah Ditutup Menguat, Efek Thomas Djiwandono Terpilih Jadi DG BI?

Poin Penting Nilai tukar rupiah menguat 0,23 persen ke level Rp16.782 per dolar AS setelah… Read More

4 mins ago

Tok! Thomas Djiwandono Terpilih Jadi Deputi Gubernur BI Gantikan Juda Agung

Poin Penting Komisi XI DPR RI menetapkan Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur BI menggantikan Juda… Read More

55 mins ago

BTN Mau Dirikan Anak Usaha Asuransi dan Multifinance, Siapkan Dana Segini

Poin Penting BTN akan mendirikan anak usaha asuransi umum (modal ±Rp250 miliar) dan multifinance (investasi… Read More

1 hour ago

Eks Wamenaker Noel Tantang Dakwaan KPK, Siap Terima Hukuman Mati

Jakarta - Mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Immanuel Ebenezer Gerungan (Noel), menyatakan siap dihukum mati apabila… Read More

2 hours ago

Thomas Djiwandono Tegaskan Sudah Mundur dari Gerindra per 31 Desember 2025

Poin Penting Thomas Djiwandono menyatakan telah mundur dari Partai Gerindra sejak 31 Desember 2025, termasuk… Read More

2 hours ago

Fit and Proper Test Calon DG BI, Thomas Djiwandono Beberkan Strategi ‘GERAK’, Apa Itu?

Poin Penting Komisi XI DPR RI menguji Thomas Djiwandono—Wakil Menteri Keuangan dan calon Deputi Gubernur… Read More

2 hours ago