Jakarta – PT Bank Commonwealth menyasar milenial sebagai target nasabah baru untuk produk bancassurance. Milenial dinilai berpotensi karena selain potensi pasar yang luas, tingginya angka literasi teknologi berpengaruh pada melek keuangan dan asuransi.
Head of Wealth Management and Client Growth Commonwealth Bank Ivan Jaya mengungkapkan bahwa meskipun masih rendah, tingkat literasi asuransi masyarakat Indonesia sudah jauh lebih baik, terutama pada milenial. Menurutnya, anak muda sekarang sudah paham akan pentingnya asuransi.
“Anak muda sekarang mulai melek asuransi. Mulai dari hal kecil saja, seperti beli barang di toko online. Mereka sudah mulai menggunakan asuransi barang. BPJS juga begitu. Paling tidak, sekarang semua orang tahu BPJS itu apa. Bayangkan 5 tahun lalu, tidak ada yang tahu BPJS. Itu sudah menunjukkan tren yang baik,” jelas Ivan di Jakarta, 11 Desember 2019.
Lebh lanjut dirinya berpendapat, pola pikir masyarakat soal produk asuransi saat ini perlu dirubah. Dari anggapan bahwa asuransi hanya beban tambahan, menjadi asuransi diperlukan untuk berjaga-jaga darisuatu hal yang tidak diinginkan.
“Kita harus ubah mindset bahwa memiliki asuransi itu seakan mengharapkan sesuatu yang buruk terjadi. Mempunyai asuransi itu menyiapkan payung sebelum hujan. Ini mindset yang kita harapkan,” pungkasnya. (*) Evan Yulian Philaret
Poin Penting 15,2 juta NIB diterbitkan, 14,9 juta untuk usaha mikro; masih ada 40 juta… Read More
Poin Penting Pemerintah memperpanjang penempatan Rp200 triliun di bank-bank milik negara hingga September 2026 untuk… Read More
Poin Penting Studi CELIOS menunjukkan Program MBG bisa membuang 62–125 juta porsi/minggu, merugikan negara Rp622… Read More
Poin Penting OJK menegaskan tidak ada perpanjangan waktu, semua UUS asuransi wajib spin off paling… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa ungkap sudah ada sejumlah pendaftar calon ADK OJK, terutama… Read More
Poin Penting Pemerintah memastikan dana THR 2026 sebesar Rp55 triliun telah siap dan tinggal menunggu… Read More