Keuangan

Generali Targetkan Satu Juta Nasabah untuk Penjualan Asuransi di Pospay

Jakarta – Untuk mendorong tingkat inklusi keuangan di dalam negeri, Generali Indonesia menjalin kerja sama dengan Pos Indonesia menghadirkan produk asuransi pada aplikasi Pospay. Selain memudahkan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan asuransi, juga dilengkapi dengan fitur wakaf.

CEO Generali, Edy Tuhirman mengatakan, seiring dengan pulihnya perekonomian di dalam negeri, kebutuhan akan asuransi juga meningkat. Ini tercermin dari jumlah tertanggung yang naik 16,6% secara tahunan pada kuartal pertama 2023. Selain itu, keinginan masyarakat untuk berbagi dengan sesama juga terus meningkat.

“Masyarakat dapat memiliki proteksi jiwa dengan berbagai manfaat, termasuk manfaat warisan bagi keluarga sekaligus berbagai kepada sesama melalui konsep wakaf unik yang sangat terjangkau, hanya dengan kontribusi mulai dari Rp20.000 per bulan,” ujarnya di Jakarta, Kamis, 22 Juni 2023.

Melalui kerja sama ini, berbagai kemudahan ditawarkan, antara lain dengan membayar kontribusi selama lima tahun, nasabah bisa terlindungi seumur hidup. Periode pembayaran kontribusi juga sangat fleksibel dan bisa disesuaikan dengan keinginan nasabah. Di sisi lain, peserta bisa menyesuaikan sendiri nilai perlindungan dan nilai wakaf yang akan disalurkan.

Dengan berbagai keunggulan, Generali dan Pos Indonesia menargetkan jumlah nasabah sebanyak satu juta dalam periode jangka pendek hingga menengah. Dengan pembayaran kontribusi selama lima tahun, nasabah bisa terlindungi seumur hidup.

“Kalau kita bicara satu juta (nasabah) bukan untuk tahun ini, tapi untuk short term sampai medium term. Jadi, kami harap kalau satu juta orang yang mau berbuat baik. Niat wakaf ini bukan bicara soal kemampuan, tapi kemauan. Kalau ada satu juta orang yang mau (wakaf), ini akan ber-impact sangat besar ke banyak orang,” kata Edy.

Hal yang sama diutarakan Direktur Bisnis Jasa Keuangan Pos Indonesia, Haris. Menurutnya, target satu juta nasabah cukup realistis. “Kami lihat ini kontribusi besar. Kalau target satu juta rasanya bukan target yang mengawang dan insyaAllah bisa kami realisasikan,” tegas Haris. (*) Bagus Kasanjanu

Galih Pratama

Berkecimpung di industri media sejak 2014. Saat ini di infobanknews.com bertugas menulis dan menyunting artikel yang berkaitan dengan isu ekonomi, perbankan, pasar modal hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Rupiah Babak Belur, Misbakhun Kritik Kebijakan BI yang Konvensional

Poin Penting Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, menilai BI masih menggunakan pendekatan konvensional… Read More

47 mins ago

Bank Mandiri Mau Gelar RUPST 29 April 2026, Simak Agenda Lengkapnya

Poin Penting PT Bank Mandiri (Persero) Tbk akan mengadakan RUPST tahun buku 2025 pada 29… Read More

1 hour ago

Siap-Siap! Bea Cukai Buka 300 Formasi CPNS Lulusan SMA Bulan Depan

Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akan membuka rekrutmen CPNS untuk 300 lulusan SMA/sederajat… Read More

2 hours ago

Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah, Begini Respons BI

Poin Penting Rupiah ditutup melemah 70 poin (0,41 persen) ke Rp17.105 per dolar AS, menjadi… Read More

2 hours ago

CIMB Perluas Segmen Affluent ASEAN Sejalan Strategi Forward30

Poin Penting CIMB memperluas layanan wealth untuk menangkap pertumbuhan segmen affluent di ASEAN. Strategi ini… Read More

3 hours ago

Cinema XXI (CNMA) Tebar Dividen Jumbo Rp980 Miliar, Ini Jadwal Pembayarannya

Poin Penting CNMA membagikan dividen Rp12 per saham, termasuk dividen interim Rp5 per saham. Pembayaran… Read More

3 hours ago