Nasional

Genap Satu Tahun, CSED INDEF Dorong Indonesia Jadi Pusat Ekonomi Syariah Dunia

Jakarta – Center for Sharia Economic Development (CSED) di bawah Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) resmi menapaki usia pertamanya. Sejak dibentuk, unit riset ini hadir untuk menjawab tantangan sekaligus peluang besar Indonesia sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia dalam mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah.

Kepala CSED-INDEF, Nur Hidayah, mengatakan kehadiran pusat studi ini tidak lepas dari tekad agar Indonesia tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga pemain utama bahkan pemimpin di tingkat global.

Selama ini, kata dia, kajian INDEF lebih banyak menyoroti ekonomi dan keuangan konvensional. Karena itu, ruang syariah yang masih relatif kosong perlu diisi.

“Dengan nama besar INDEF sebagai lembaga think tank, tentu saja penting untuk mengisi ruang ekonomi syariah yang masih kosong ini. Harapannya, Indonesia tidak hanya kuat di level nasional, tapi juga bisa berperan di level global,” ujar Nur, kepada infobanknews, ketika ditemui di Jakarta, Kamis, 18 September 2025.

Baca juga: CSED INDEF: Ekonomi Syariah Bisa Jadi Jawaban atas Tuntutan 17+8

Pada peringatan satu tahun CSED INDEF, lembaga ini juga menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS).

Kolaborasi tersebut mencakup kerja sama di bidang literasi, edukasi, sosialisasi, riset, hingga advokasi kebijakan terkait zakat.

Fokus Inklusi Keuangan Syariah

Kepala CSED-INDEF, Nur Hidayah. (Foto: Ayu Utami)

Nur menambahkan, salah satu fokus CSED ke depan adalah memperkuat inklusi keuangan syariah. Meski literasi masyarakat meningkat signifikan—dari sekitar 11 persen pada 2020 menjadi 40 persen saat ini—tingkat inklusi masih tertinggal karena keterbatasan akses layanan, khususnya di wilayah perdesaan.

“Kami melihat perlu adanya kebijakan afirmatif agar lembaga keuangan syariah bisa lebih kompetitif. Apalagi lembaga syariah tidak hanya entitas komersial, tetapi juga punya misi sosial, seperti distribusi pendapatan melalui zakat dan pemberdayaan UMKM,” jelasnya.

Baca juga: November 2025, Aturan Baru Pembiayaan UMKM Resmi Diterapkan OJK

Dorong Indonesia Jadi Pusat Ekonomi Syariah Dunia

Ke depan, CSED INDEF berkomitmen untuk terus mendorong sinergi dengan pemangku kepentingan, baik di sektor keuangan, pemerintah, maupun organisasi masyarakat. Tujuannya, agar ekonomi dan keuangan syariah semakin berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional dan menempatkan Indonesia sebagai pusat ekonomi syariah dunia. (*) Ayu Utami

Yulian Saputra

Recent Posts

Ini Plus Minus Implementasi Demutualisasi BEI

Poin Penting Rencana demutualisasi BEI yang ditargetkan rampung kuartal I 2026 dinilai terlalu agresif dan… Read More

9 hours ago

DPR Soroti Konten Sensasional Jadi Pintu Masuk Judi Online

Poin Penting DPR menilai konten digital berjudul sensasional menjadi pintu masuk masyarakat ke praktik judi… Read More

9 hours ago

Program Gentengisasi Prabowo, Menkeu Purbaya Proyeksi Anggaran Tak Sampai Rp1 T

Poin Penting Menkeu Purbaya memproyeksikan anggaran program gentengisasi sekitar Rp1 triliun, bersumber dari dana cadangan… Read More

11 hours ago

Fundamental Kokoh, Bank BPD Bali Catatkan Pertumbuhan Positif dan Rasio Keuangan Sehat

Poin Penting Bank BPD Bali mencatat laba bersih Rp1,10 triliun (tumbuh 25,39 persen yoy), aset… Read More

11 hours ago

Demutualization of the IDX, a “Bloodless” Coup Three OJK Commissioner Resign Honourably

By: Eko B. Supriyanto, Editor-in-Chief of Infobank Three commissioners of the Financial Services Authority (OJK)… Read More

11 hours ago

Danantara Dukung Reformasi Pasar Modal dan Kebijakan Free Float OJK, Ini Alasannya

Poin Penting Danantara menyatakan dukungan penuh terhadap reformasi pasar modal yang digulirkan OJK, termasuk kebijakan… Read More

12 hours ago