Medan— Bank bjb kembali menggelar diskusi bersama para pelaku Usaha Mikro Kecil, dan Menengah pada acara “bjb PESATkan UMKM” yang digelar di Ballroom Le Polonia Hotel and Convention, Kota Medan, pada Selasa (24/1).
Acara tersebut dibuka oleh Pemimpin Divisi Kredit UMKM bank bjb Denny Mulyadi. Turut hadir Pemimpin Kantor Cabang bank bjb Medan Risto Livian Surbakti dan Executive Business Officer bank bjb Jadi Kusmaryadi sekaligus sebagai moderator.
Pemimpin Divisi Corporate Secretary bank bjb Widi Hartoto mengatakan, kegiatan ini diselenggarakan untuk mendukung pengembangan bisnis UMKM. Pelatihan itu bertujuan membantu pelaku usaha UMKM agar dapat ‘naik kelas’ dan bagi pengusaha yang baru mau memulai usaha.
“Melalui bjb PESATkan UMKM di Medan, peserta akan mendapat edukasi cara mengelola dan mengembangkan usaha dengan optimal. Setelah mengikuti bjb PESATkan UMKM di Medan ini, diharapkan para pelaku UMKM dapat memanfaatkan produk dan jasa layanan perbankan dari bank bjb untuk dapat berkembang dan memiliki prospek yang cerah ke depannya,” ungkap Widi.
Widi menuturkan, kredit bjb Mesra merupakan pembiayaan bagi jemaah di sekitar rumah ibadah, seperti masjid, klenteng, vihara, gereja atau pura tanpa bunga dan agunan. Kredit ini diberikan untuk usaha mikro perorangan yang belum bankable dengan plafon maksimal Rp5 juta. Kata dia, program ini berupaya menjauhkan masyarakat dari ‘jerat’ rentenir.
Sejak November 2018 hingga Desember 2022, total penyaluran kredit bjb Mesra mencapai Rp52,5 miliar kepada 12.475 nasabah/number of account (NoA) di empat provinsi, yaitu DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat dan Bali dengan kualitas kredit yang terjaga dengan baik di angka 1,34%
Di awal sesi, para peserta diajak mengikuti talk show kredit bjb Masyarakat Ekonomi Sejahtera (Mesra) yang dimoderatori Executive Business Officer bank bjb Jadi Kusmayadi. Sesi tersebut dihadiri sejumlah narasumber, yakni Komisaris Independen bank bjb Diding Sakri, Komisaris Independen bank bjb syariah Rio Febrian Wilantara, dan akademisi Elpi Nazmuzzaman.
Masuk ke sesi kedua, pengunjung mendapatkan pengenalan terkait pembiayaan dan pemberdayaan UMKM. Di sana, pengunjung mendapatkan pemahaman tentang proses bank menyalurkan dana, jenis kredit, langkah menjadi debitur, kelayakan usaha (feasible), ketentuan bank atas usaha, produk kredit, serta program kredit bjb Mesra dan PESAT.
“Kemudian pada sesi ke-3 berlangsung materi tentang Dana Pensiun Lembaga Keuangan atau DPLK bank bjb oleh Fanny Atika sebagai Pemasaran dan Customer Relationship yang menjelaskan akan pentingnya bagi pelaku usaha untuk mempersiapkan masa depan yang lebih sejahtera sejak dini,” ujar Widi.
Terakhir, di sesi keempat, bank bjb memberikan informasi mengenai Produk Digital Banking (DIGI dan DigiCash) dan Agen bjb BiSA!
Acara bjb PESATkan UMKM di Medan ditutup dengan hiburan berupa games dan doorprize. Bank bjb memberikan free setoran awal DPLK untuk 15 orang pertama, tambahan modal usaha bagi lima orang, dan sebagainya.
Salah satu pelaku usaha UMKM Edy Saputra mengapresiasi acara yang diselenggarakan tersebut. Menurutnya, acaranya ini membantu pelaku usaha UMKM terhadap produk-produk perbankan.
“Saya juga tertarik dengan beberapa produk yang ditawarkan oleh bank bjb salah satunya Kredit bjb Mesra untuk dapat terus mengembangkan usaha ke depannya,” ujar Edy. (*)
Poin Penting KPK melakukan OTT di lingkungan Bea Cukai Kemenkeu dan menangkap Rizal, mantan Direktur… Read More
Poin Penting Istana membantah kabar Presiden Prabowo menggunakan dua pesawat kenegaraan untuk perjalanan luar negeri.… Read More
Poin Penting BTN menargetkan pembiayaan 20.000 rumah rendah emisi pada 2026, setelah menyalurkan 11.000 unit… Read More
Poin Penting Pakar menilai masuknya Danantara Indonesia ke pasar modal sah secara hukum dan tidak… Read More
Poin Penting NPL konstruksi BTN berasal dari kredit legacy sebelum 2020 yang proses pemulihannya membutuhkan… Read More
Poin Penting Komisi VIII DPR RI menekankan sinergi lintas kementerian dan lembaga untuk memperkuat penanggulangan… Read More