Ketua Umum AFPI, Entjik S. Djafar, ditemui usai acara CELIOS bertajuk “Dampak Regulasi Batas Maksimum Manfaat Ekonomi Pinjaman Daring”, Senin, 11 Agustus 2025. (Foto: M. Adrianto Sukarso)
Jakarta – Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) menyelenggarakan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) 2025 sebagai forum resmi untuk melakukan penyesuaian terhadap Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) asosiasi.
Penyelenggaraan Munaslub ini dilatarbelakangi oleh terbitnya Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 40 Tahun 2024 tentang Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi (LPBBTI), yang membawa perubahan signifikan terhadap tata kelola dan regulasi industri fintech lending (Pindar) di Indonesia.
Ketua Umum AFPI, Entjik S. Djafar menyampaikan bahwa Munaslub menjadi momentum penting untuk memperkuat fondasi asosiasi agar tetap adaptif terhadap dinamika regulasi dan kebutuhan industri.
“Ini merupakan langkah bersama dalam meneguhkan komitmen membangun ekosistem Pindar yang lebih kuat, berintegritas, dan berkelanjutan,” kata Entjik dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa, 7 Oktober 2025.
Baca juga: AFPI Bersama 97 Platform Pindar Tolak Tuduhan Kartel Bunga
Ia menjelaskan, dalam forum Munaslub ini, seluruh Anggota Reguler AFPI secara musyawarah mufakat menyetujui perubahan AD/ART sebagai bentuk penyesuaian terhadap ketentuan terbaru yang ditetapkan oleh OJK di sektor LPBBTI.
AFPI berharap hasil Munaslub 2025 ini dapat menjadi fondasi yang kokoh untuk memperkuat integritas asosiasi dan memastikan arah pengembangan industri Pindar tetap sejalan dengan kepentingan publik dan kebijakan regulator.
“Di usia asosiasi yang menginjak tujuh tahun, kami berkomitmen untuk terus menjadi mitra strategis pemerintah dan OJK dalam membangun industri yang inklusif, beretika, dan berkelanjutan,” imbuhnya.
Adapun, Ketua Organizing Committee Munaslub AFPI 2025, Harza Sandityo, menuturkan dengan disahkannya AD/ART hari ini, AFPI memikul amanah Munaslub untuk memastikan implementasi yang konsisten dan terukur dalam setiap aspek kegiatan asosiasi dan anggota ke depan.
Baca juga: Jurus AFPI Tingkatkan Literasi dan Penguatan Regulasi Pindar
Menurutnya, keberhasilan Munaslub ini baru akan bermakna jika seluruh hasilnya dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
“Oleh karena itu, kami berharap AD/ART ini benar-benar menjadi pedoman bukan hanya di atas kertas, tapi dalam praktik tata kelola sehari-hari,” ujar Harza dalam kesempatan yang sama. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting Hingga 12 Maret 2026, 7,7 juta SPT Tahunan PPh 2025 telah dilaporkan ke… Read More
Poin Penting BTN menyiapkan uang tunai Rp23,18 triliun untuk memenuhi kebutuhan transaksi masyarakat selama Ramadan… Read More
Poin Penting BEI memproyeksikan outflow investor asing pada Maret 2026 tidak terlalu deras karena turnover… Read More
Poin Penting KPK menyita aset lebih dari Rp100 miliar terkait penyidikan kasus dugaan korupsi kuota… Read More
Poin Penting Investor asing mencatat net buy Rp905,27 miliar pada perdagangan 12 Maret 2026. Saham… Read More
Poin Penting LPS menargetkan aktivasi Program Penjaminan Polis (PPP) pada 2027, dengan implementasi penuh direncanakan… Read More