Internasional

Gegara Ini, Saham Nintendo Anjlok 7,2 Persen

Jakarta – Saham Nintendo anjlok 7,2 persen setelah perusahaan gim asal Jepang itu gagal memberikan kesan positif dengan pratinjau video singkat dari konsol Switch 2 barunya.

Dinukil Al Jazeera, harga saham Nintendo turun 7,2 persen pada Jumat (17/1). Para penggemar merasa kecewa video singkat konsol Switch 2 tersebut mirip dengan pendahulunya yang sangat populer.

Sore harinya, perusahaan memulihkan sebagian kerugiannya, dan harga sahamnya turun sekitar 4,2 persen pada pukul 4 sore waktu setempat.

Baca juga : Saham Jeju Air Anjlok ke Rekor Terendah Buntut Kecelakaan Pesawat

“Nintendo memainkannya dengan aman. Switch 2 terlihat sangat mengecewakan dan merupakan pengulangan yang sama sekali tidak menarik dari game lama yang sama, yang paling buruk,” kata YouTuber gaming TwoQuickOnes dalam sebuah postingan di X.

Meskipun teaser Nintendo tidak memberikan spesifikasi teknis, namun teaser tersebut menunjukkan perangkat dengan tampilan dan bentuk yang hampir identik dengan konsol hybrid aslinya.

Dibandingkan dengan Switch asli, konsol baru ini memiliki layar yang lebih besar dan dilengkapi pengontrol yang terpasang pada perangkat alih-alih meluncur ke tempatnya seperti sebelumnya.

Baca juga : Gegara Ini, Saham Bayer Anjlok ke Level Terendah dalam 20 Tahun Terakhir

Video pendek berdurasi dua menit ini juga mengungkapkan bagian baru dari seri game Mario Kart yang sudah lama berjalan.

Perusahaan yang berbasis di Kyoto ini mengatakan akan mengungkapkan lebih banyak rincian tentang konsol tersebut di acara Nintendo Direct pada 2 April 2025.

Switch, yang dirilis pada 2017, telah terjual lebih dari 146 juta unit di seluruh dunia, menjadikannya konsol terpopuler ketiga setelah Sony PlayStation 2 dan Nintendo DS.

Popularitas konsol yang booming pun membantu mengembalikan Nintendo ke profitabilitas yang stabil setelah bertahun-tahun lemahnya penjualan konsol Wii U yang kurang diterima. (*)

Editor: Galih Pratama

Muhamad Ibrahim

Berpengalaman sebagai jurnalis sejak 2014. Saat ini bertugas menulis tentang isu nasional, internasional, ekonomi, perbankan, industri keuangan non-bank (IKNB), hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Recent Posts

Kredit Amar Bank Melesat 35 Persen di 2025, Dorong Pertumbuhan Laba

Poin Penting Laba Amar Bank naik 16,1% menjadi Rp249,6 miliar, tertinggi sepanjang sejarah. Kredit tumbuh… Read More

2 hours ago

Pergeseran Gaji PPL ke Bank Himbara, “Membunuh” BPD Secara Sistemik

Oleh Eko B. Supriyanto, Pimpinan Redaksi Infobank INDONESIA sedang berputar hebat. Dalam politik ekonomi perbankan… Read More

3 hours ago

Harga Emas Antam, Galeri24, dan UBS Hari Ini (8/4) Kompak Naik, Cek Rinciannya

Poin Penting Harga emas di Pegadaian kompak naik pada 8 April 2026, melanjutkan rebound setelah… Read More

3 hours ago

IHSG Dibuka Melesat 2,49 Persen ke Level 7.144

Poin Penting IHSG dibuka naik 2,49 persen ke level 7.144,38 dari 6.971,02 pada awal perdagangan… Read More

3 hours ago

Rupiah Dibuka Menguat di Level Rp16.981 per Dolar AS

Poin Penting Rupiah menguat 0,72 persen ke Rp16.981 per dolar AS pada pembukaan perdagangan, dari… Read More

3 hours ago

IHSG Berpotensi Kembali Melemah, Ini Sentimen Pemicunya

Poin Penting IHSG diproyeksi masih konsolidasi di kisaran 6.900–7.100, didukung sinyal teknikal (Stochastic RSI mendekati… Read More

3 hours ago