Internasional

Gegara Ini Harvard Gugat Donald Trump, Dana Hibah Kampus USD2,3 Miliar Disetop

Jakarta – Universitas Harvard, Amerika Serikat (AS), mengajukan gugatan federal kepada Presiden AS Donald Trump setelah pemerintah federal membekukan dana hibah sebesar USD2,3 miliar.

Diketahui, pembekuan dana hibah tersebut terjadi setelah universitas tertua di AS ini menolak sejumlah permintaan Trump, salah satunya terkait permintaan untuk menoleransi tudingan anti-Semitisme kampus dalam aksi-aksi protes terhadap perang Israel di Gaza.

“Beberapa saat yang lalu, kami mengajukan gugatan untuk menghentikan pembekuan pendanaan karena melanggar hukum dan berada di luar kewenangan pemerintah,” kata Presiden Harvard Alan Garber, dalam sebuah pernyataan resmi, dinukil Al Jazeera, Senin, 21 April 2025.

Baca juga : Makin Brutal! Donald Trump Terapkan Tarif ke China dari 145 Persen Jadi 245 Persen

Gugatan tersebut diajukan di Pengadilan Distrik Amerika Serikat untuk Distrik Massachusetts dan ditujukan kepada Departemen Pendidikan, Departemen Kesehatan, Departemen Kehakiman, Departemen Energi, serta Administrasi Layanan Umum.

“Selama seminggu terakhir, pemerintah federal telah mengambil beberapa tindakan menyusul penolakan Harvard untuk memenuhi tuntutan ilegalnya,” tambahnya.

Tudingan Anti-Semitisme Jadi Dalih Pemerintah

Meski belum memberikan komentar resmi, Trump dan tim Gedung Putih secara terbuka membenarkan kampanye mereka (para mahasiswa) terhadap universitas sebagai respons atas apa yang disebut sebagai “anti-Semitisme yang tidak terkendali”.

Pemerintah AS di bawah kendali Trump mengecam gelombang protes terhadap perang Israel di Gaza yang terjadi di kampus-kampus AS pada tahun lalu, yang dianggap sarat dengan sentimen anti-Semit.

Baca juga : Ekonomi antara Teori dan Praktik, Setelah “Beyond” Ekonomi Donald Trump

“Pemerintah belum – dan tidak dapat – mengidentifikasi hubungan rasional apa pun antara kekhawatiran antisemitisme dan penelitian medis, ilmiah, teknologi, dan penelitian lain yang telah dibekukan yang bertujuan untuk menyelamatkan nyawa orang Amerika, mendorong keberhasilan Amerika, menjaga keamanan Amerika, dan mempertahankan posisi Amerika sebagai pemimpin global dalam inovasi,” bunyi pengaduan hukum yang diajukan Harvard.

Universitas Ditekan, Mahasiswa Dikenai Sanksi

Di sisi lain, banyak universitas AS, termasuk Harvard, telah menindak protes-protes tersebut. Sebanyak 23 mahasiswa diberikan sanksi masa percobaan, sementara 12 mahasiswa lainnya tidak diberikan gelar kelulusan.

Universitas lain, seperti Universitas Columbia di New York City, diketahui tunduk pada tuntutan yang lebih ringan dari pemerintahan Trump, yang menilai lembaga-lembaga pendidikan tinggi terlalu condong ke arah kiri secara ideologis.

Tyler Coward, penasihat utama urusan pemerintahan di Foundation for Individual Rights and Expression, sebuah kelompok Amandemen Pertama nonpartisan, memuji Harvard karena mengambil sikap tegas terhadap tindakan federal.

“Upaya pemerintahan Trump untuk menghindari hukum hak sipil federal dan memaksakan mandat ideologis yang luas melalui paksaan finansial menciptakan preseden yang berbahaya,” kata Coward.

“Perguruan tinggi harus mematuhi hukum hak sipil untuk menerima dana federal. Penegakan hukum tersebut harus sah, transparan, dan menghormati hak konstitusional,” pungkasnya. (*)

Editor: Yulian Saputra

Muhamad Ibrahim

Berpengalaman sebagai jurnalis sejak 2014. Saat ini bertugas menulis tentang isu nasional, internasional, ekonomi, perbankan, industri keuangan non-bank (IKNB), hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Recent Posts

Volume Trading Tokenisasi Aset di PINTU Meningkat, 3 Aset Ini Paling Diminati

Poin Penting Volume trading tokenisasi aset di platform PINTU meningkat 45% secara bulanan pada Februari… Read More

13 mins ago

Pemerintah Lakukan Efisiensi Anggaran K/L untuk Cegah Defisit Tembus 3 Persen

Poin Penting Pemerintah akan melakukan efisiensi anggaran Kementerian/Lembaga untuk mencegah defisit APBN melampaui batas 3… Read More

44 mins ago

Ramai di TikTok soal Ekonomi RI Hancur, Menkeu Purbaya Angkat Bicara

Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyindir kritik yang menyebut ekonomi Indonesia hancur dan… Read More

1 hour ago

Askrindo Dukung Mudik Gratis BUMN 2026 lewat Moda Transportasi Laut

Poin Penting Askrindo berpartisipasi dalam Program Mudik Gratis BUMN 2026 untuk membantu masyarakat melakukan perjalanan… Read More

1 hour ago

AAJI Gelar Konferensi Pers Laporan Kinerja Industri Asuransi Jiwa Periode Januari – Desember 2025.

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) melaporkan kinerja 57 perusahaan asuransi jiwa pada periode Januari–Desember 2025.… Read More

2 hours ago

Perkuat Ekspansi Kredit Berkualitas, Mastercard Kolaborasi dengan CLIK Indonesia

Poin Penting Mastercard dan CLIK Credit Bureau Indonesia menjalin kerja sama untuk memperkuat ekspansi kredit… Read More

3 hours ago