Ilustrasi Kota Jakarta (foto: istimewa)
Jakarta – Kearney, firma konsultansi manajemen global, meluncurkan kerangka kerja bertajuk Global Cities Framework yang dirancang untuk meningkatkan daya saing global kota-kota di dunia, termasuk Indonesia.
Kerangka ini menekankan bahwa transformasi perkotaan menjadi kunci untuk meningkatkan kualitas hidup dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
Dalam laporan tahunan Global Cities Index (GCI) 2024 yang dirilis Kearney, tiga kota di Indonesia, yakni Jakarta, Surabaya dan Bandung masuk dalam jajaran kota global. Jakarta menempati posisi ke-74, Surabaya ke-148 dan Bandung ke-153.
Presiden Direktur Kearney Indonesia, Shirley Santoso mengatakan, peringkat tersebut menunjukkan adanya kesenjangan antara performa saat ini dan potensi nilai tambah yang dapat dicapai melalui desain kota yang holistik dan implementasi strategi kota yang tepat.
“Menjembatani kesenjangan ini berarti mengubah tantangan perkotaan menjadi peluang nasional, bahkan global, untuk membuka nilai ekonomi bagi kota dan warganya. Sebagai contoh, Jakarta yang mampu menyumbang 17 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional,” katanya, dikutip Senin, 28 Juli 2025.
Baca juga: Simak! Ini Bukti Kontribusi BUMD Dorong Jakarta Jadi Kota Global
Menurutnya, di tengah dinamika global yang terus berubah, terutama saat investor barat mulai melakukan diversifikasi portofolionya dari China, Indonesia berada pada posisi strategis untuk menarik investasi ke kota-kota yang sedang berkembang.
Maka, pembangunan perkotaan di Indonesia kini bukan hanya menjadi kebutuhan sosial, tetapi juga peluang investasi yang penting.
“Kota-kota di Indonesia perlu melakukan pembaruan diri untuk meningkatkan daya tarik di tengah lanskap kota global yang sangat kompetitif, baik dalam menarik investasi maupun sumber daya manusia terbaik,” jelasnya.
Ia mencontohkan, kota-kota seperti Tokyo, Singapura, dan Shanghai yang berada di peringkat 10 besar GCI Kearney sebagai bukti bahwa strategi kota yang kuat dapat diterjemahkan meningkatkan daya saing global.
“Kota-kota tersebut menghadapi tantangan serupa dengan Indonesia, seperti pertumbuhan urbanisasi yang pesat dan kebutuhan infrastruktur yang semakin besar, menjadikan kebangkitan kawasan Asia Pasifik (APAC) semakin relevan,” terangnya.
Senior Principal di Kearney, Rohit Sethi mengatakan, daya saing kota tidak hanya diukur dari kekuatan ekonominya. Kota-kota yang paling sukses adalah mereka yang mampu menciptakan nilai dalam berbagai aspek, mulai dari tata kelola, infrastruktur, keberlanjutan, budaya, hingga kualitas hidup.
Baca juga: Tantangan Pengusaha Muda Hadapi Transisi Jakarta Menuju Kota Global
Di tengah dunia yang semakin terkoneksi dan mengalami urbanisasi yang pesat, setiap kota harus mampu merumuskan proposisi nilai unik yang melibatkan kontribusi aktif dari warga, pelaku usaha, dan komunitas.
“Dalam konteks Indonesia, hal ini berarti bahwa Jakarta, Surabaya, Bandung, dan kota-kota lainnya perlu merancang peta jalan transformasi yang disesuaikan, berdasarkan kekuatan dan potensi masing-masing,” pungkasnya. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting BEI memproyeksikan outflow investor asing pada Maret 2026 tidak terlalu deras karena turnover… Read More
Poin Penting KPK menyita aset lebih dari Rp100 miliar terkait penyidikan kasus dugaan korupsi kuota… Read More
Poin Penting Investor asing mencatat net buy Rp905,27 miliar pada perdagangan 12 Maret 2026. Saham… Read More
Poin Penting LPS menargetkan aktivasi Program Penjaminan Polis (PPP) pada 2027, dengan implementasi penuh direncanakan… Read More
Poin Penting Rupiah dibuka turun 0,18 persen ke Rp16.923 per dolar AS. Lonjakan harga minyak… Read More
Poin Penting Emas Antam, Galeri24, dan UBS kompak mengalami penurunan pada 13 Maret 2026. Harga… Read More