News Update

GBG: Kecepatan Verifikasi Jadi Tantangan Utama Era Digital

Jakarta – Maraknya penggunaan channel digital membuat proses verifikasi harus dilakukan dengan cepat tanpa mengharuskan customer untuk datang ke tempat atau lokasi tertentu, sedangkan proses verifikasi yang terlalu banyak bisa menyebabkan turunnya customer experience.

Survei yang dilakukan GBG bersama The Asian Bankers pada tahun 2019 mengenai kasus journey atau onboarding proses, menyatakan bahwa sebesar 57% institusi keuangan menganggap bahwa verification customer adalah hal yang paling menantang.

“Sehingga yang menjadi tantangan, menurut kami adalah bagaimana bank atau institusi finansial bisa melakukan verifikasi secara cepat dan akurat tanpa harus mengorbankan customer experience,” kata Sahrizal Sofian, Regional Director GBG, dalam Webinar “Race Ahead Of Modern Financial Crimes With AI And Dynamic Data Intellegence” yang diselenggarakan Infobank, Selasa, 29 Juni 2021.

Menurut Sahrizal, harus ada solusi yang digunakan untuk mengatasi tantangan ini. Dijelaskan, bila GBG memiliki solusi yang sudah diimplementasikan di beberapa negara, salah satunya di Indonesia.

“Dengan menggunakan platform kami, maka aplikasi akan di-check menggunakan library yang kami miliki baik berupa rule ataupun machine learning dan kemudian dengan menggunakan layer, yaitu layer intelligence center yang bisa dilakukan pengecekan dengan mudah terintegrasi dengan sistem lain baik internal maupun eksternal dari customer tersebut,” tambah Sahrizal.

Sebagai informasi, GBG adalah perusahaan data intelijen dan teknologi provider, dimana kombinasi antara platform atau teknologi dan data menjadi solusi yang ditawarkan. Secara singkat, GBG membantu klien dari organisasi-organisasi dalam melakukan validasi dan verifikasi customer termasuk pengecekan lokasi secara cepat. Kemudian, GBG juga melakukan pendeteksian aplikasi atau transaksi yang mencurigakan melakukan manage compliance dan pada akhirnya solusi GBG bertujuan melindungi klien-klien kami dari bad actor atau aktivitas fraud.

GBG sendiri telah melakukan bisnis dari sejak 30 tahun yang lalu, bermula di United Kingdom (UK). Saat ini, GBG memiliki lebih dari 20.000 customer di seluruh dunia dari perusahaan kecil hingga perusahaan besar. Di Indonesia, GBG berdiri dari sejak tahun 2006 dan telah bekerja sama dengan top bank dan juga multifinance untuk membantu mereka dalam melakukan pengelolaan fraud. (*) Ayu Utami

Suheriadi

Recent Posts

Penyerahan Sertifikat Greenship Gold Gedung UOB Plaza

UOB Plaza yang berlokasi di distrik bisnis Jakarta, telah menerima sertifikat dan plakat GREENSHIP Existing… Read More

29 mins ago

BSI Catat Pembiayaan UMKM Tembus Rp51,78 Triliun per November 2025

Poin Penting Pembiayaan UMKM BSI tembus Rp51,78 triliun hingga November 2025, dengan Rasio Pembiayaan Inklusif… Read More

4 hours ago

Diam-diam Ada Direksi Bank Mandiri Serok 155 Ribu Saham BMRI di Awal 2026

Poin Penting Direktur Operasional Bank Mandiri, Timothy Utama, membeli 155 ribu saham BMRI senilai Rp744… Read More

10 hours ago

Astra Mau Buyback Saham Lagi, Siapkan Dana Rp2 Triliun

Poin Penting ASII lanjutkan buyback saham dengan dana maksimal Rp2 triliun, dilaksanakan pada 19 Januari–25… Read More

10 hours ago

OJK Beberkan 8 Pelanggaran Dana Syariah Indonesia, Apa Saja?

Poin Penting OJK menemukan delapan pelanggaran serius yang merugikan lender, termasuk proyek fiktif, informasi palsu,… Read More

11 hours ago

Dorong Inklusi Investasi Saham, OCBC Sekuritas dan Makmur Sepakati Kerja Sama Strategis

Poin Penting OCBC Sekuritas bermitra dengan Makmur untuk menghadirkan fitur investasi saham di platform Makmur… Read More

12 hours ago