Perbankan

Gayung Bersambut, Purbaya Akan Guyur Lagi Dana Pemerintah ke BTN

Poin Penting

  • Menkeu Purbaya siap menambah penempatan dana untuk BTN, namun menunggu surat permohonan resmi sebelum melakukan assessment atas serapan dana sebelumnya.
  • BTN berencana mengajukan permintaan tambahan dana Rp5–Rp10 triliun, setelah penempatan dana sebelumnya Rp25 triliun telah habis tersalur, terutama ke sektor perumahan.
  • Pemerintah sebelumnya telah menambah penempatan dana Rp76 triliun ke bank-bank Himbara dan BPD pada 10 November 2025, masing-masing Mandiri, BRI, dan BNI mendapat Rp25 triliun.

Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berjanji akan memberikan tambahan penempatan dana kepada PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN). Sebelumnya, BTN telah menerima penempatan dana sebesar Rp25 triliun.

Purbaya mengungkapkan, BTN memang belum mengirimkan surat permohonan secara langsung kepada Kementerian Keuangan tentang permintaan dana tambahan itu.

Namun, Purbaya berjanji jika surat pengajuan tambahan penempatan dana sudah diterima, maka pihaknya akan melakukan assessment terhadap serapan dana pemerintah sebelumnya sebagai pertimbangan untuk ditambah.

“Bilang (ke BTN) kalau suratnya (permohonan tambahan penempatan dana) sudah jadi, nanti kita kasih,” kata Purbaya dalam APBN KiTa, Kamis, 20 November 2025.

Baca juga: Bos BTN Bakal Surati Purbaya Minta Tambahan Dana Pemerintah Rp10 Triliun

Sebelumnya, Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu mengungkapkan ingin meminta tambahan penempatan dana dari pemerintah sebesar Rp5 hingga Rp10 triliun.

Nixon mengatakan, pihaknya tengah berencana mengajukan surat permohonan kepada pemerintah, dalam hal ini Kementerian Keuangan untuk meminta tambahan penempatan dana tersebut.

“Kita lagi pengen ngajuin surat gitu ya. Tapi belum tau disetujui atau tidak disetujui. Namanya usaha kan boleh aja ya. Kita pengen minta tambahan antara Rp5 hingga Rp10 triliun, jika memang dimungkinkan,” kata Nixon saat ditemui wartawan di Jakarta, Selasa, 18 November 2025.

Nixon menyatakan, tambahan likuiditas itu rencananya akan digunakan untuk mendukung sektor perumahan yang masih ekspansi pada November dan Desember 2025 ini.

“Peruntukannya buat apa? Untuk mendukung sektor perumahan yang masih ekspansi di sekitar November-Desember ini. Jika diberikan. Namanya juga minta,” pungkasnya.

Adapun, Nixon melaporkan penempatan dana sebesar Rp25 triliun kepada BTN telah habis disalurkan per awal November 2025.

“Udah abis. Kita akhir Oktober hampir Rp24 triliun. Di awal November kemarin Rp24,7 udah habis lah, Rp300 miliar lagi sudah habis,” jelasnya.

Dia mennyebutkan, penempatan dana dari pemerintah tersebut mayoritas disalurkan ke sektor perumahan atau sekitar 70 persen dari total dana Rp25 triliun.

Baca juga: Purbaya Ungkap Alasan Tambah Suntik Dana Rp76 Triliun ke Perbankan

Dana Tambahan Rp76 Triliun untuk Perbankan

Diketahui, Purbaya telah menambah penempatan dana di beberapa himpunan bank milik negara (Himbara) dan Bank Pembangunan Daerah (BPD) pada 10 November 2025 yang totalnya mencapai Rp76 triliun.

Dalam paparan yang ditampilkan Direktorat Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal saat rapat bersama Komisi XI DPR RI, penempatan dana tersebut terbagi ke Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Bank Negara Indonesia (BNI) masing-masing Rp25 triliun dan Bank Jakarta Rp1 triliun. (*)

Editor: Galih Pratama

Irawati

Recent Posts

IHSG Pagi Ini Dibuka Melemah ke Level 8.122

Poin Penting IHSG dibuka flat melemah di level 8.122,01 pada perdagangan Selasa (4/2), dengan nilai… Read More

38 mins ago

Rupiah Hari Ini (4/2) Dibuka Melemah ke Level Rp16.762 per USD

Poin Penting Rupiah melemah tipis pada awal perdagangan Rabu (4/2/2026), dibuka di level Rp16.762 per… Read More

55 mins ago

Update Harga Emas Hari Ini: Antam Melesat, Galeri24-UBS Kompak Turun

Poin Penting Harga emas Galeri24 dan UBS di Pegadaian melanjutkan tren penurunan pada Rabu (4/2/2026),… Read More

1 hour ago

IHSG Berpeluang Menguat, Ini Katalis Penggeraknya

Poin Penting IHSG diprediksi bergerak variatif cenderung menguat dengan area support 7.715–7.920 dan resistance 8.325–8.530,… Read More

2 hours ago

Ini Plus Minus Implementasi Demutualisasi BEI

Poin Penting Rencana demutualisasi BEI yang ditargetkan rampung kuartal I 2026 dinilai terlalu agresif dan… Read More

11 hours ago

DPR Soroti Konten Sensasional Jadi Pintu Masuk Judi Online

Poin Penting DPR menilai konten digital berjudul sensasional menjadi pintu masuk masyarakat ke praktik judi… Read More

12 hours ago