Keuangan

Gawat, Kerugian Masyarakat Akibat Investasi Ilegal Capai Rp117,5 Triliun

Jakarta – Satgas Waspada Investasi mencatat kerugian masyarakat akibat investasi ilegal sejak 2011 hingga Februari 2022 sudah mencapai Rp117,5 triliun. Dari awal tahun saja, Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam L. Tobing mengungkapkan sudah menutup sebanyak 21 investasi ilegal, 50 pinjol ilegal, dan 5 gadai ilegal.

“Ini memang sangat marak dan merugikan masyarakat. Kalau kita lihat dari kerugiannya dalam 10 tahun terakhir, itu mencapai Rp117,5 Triliun,” jelas Tongam pada paparan virtualnya, Senin, 21 Februari 2022.

SWI mengingatkan agar masyarakat selalu mengecek 2 hal jika menerima tawaran investasi yang menggiurkan, yaitu Legal dan Logis. Pada aspek legal, masyarakat harus mengecek legalitas tawaran yang bersangkutan pada situs-situs perizinan terkait.

“Masyarakat perlu kita didik awarenessnya agar jangan sembarangan memberikan dana kepada lembaga yang tidak memiliki izin,” ujar Tongam.

Lalu pada aspek logis, setiap investasi selalu memiliki risiko kerugian dan tidak memiliki keuntungan pasti. Masyarakat perlu menghindari tawaran-tawaran yang berani menjanjikan keuntungan tinggi dalam waktu singkat.

Lebih jauh, SWI juga memberikan beberapa ciri-ciri investasi ilegal yang bisa di indentifikasi masyarakat sebelum menyetor dana. Berikut ciri-cirinya:

1. Menjanjikan keuntungan tidak wajar dalam waktu cepat
2. Menjanjikan bonus dari perekrutan anggota baru “member get member”
3. Memanfaatkan tokoh masyarakat/ tokoh agama/ Public Figure untuk menarik minat berinvestasi
4. Klaim tanpa risiko (free risk)
5. Legalitas tidak jelas:

  • Tidak memiliki izin usaha
  • Memiliki izin kelembagaan (PT, Koperasi, CV, Yayasan, dll) tapi tidak punya izin usaha
  • Memiliki izin kelembagaan dan izin usaha namun melakukan kegiatan yang tidak sesuai dengan izinnya. (*)

 

 

Evan Yulian

Recent Posts

Prudential Indonesia Luncurkan PRUMapan, Sasar Kebutuhan Proteksi Generasi Sandwich

Poin Penting Prudential Indonesia meluncurkan PRUMapan, asuransi jiwa tradisional yang menyasar milenial dan Gen Z,… Read More

4 hours ago

Dana Abadi LPDP Tembus Rp180,8 Triliun, Intip Rincian Alokasi dan Penggunaannya

Poin Penting Dana abadi LPDP mencapai Rp180,8 triliun, dengan alokasi terbesar untuk pendidikan Rp149,8 triliun,… Read More

5 hours ago

MTF Telusuri Dugaan Tindak Pidana yang Mengatasnamakan Perusahaan

Poin Penting PT Mandiri Tunas Finance (MTF) melakukan penelusuran menyeluruh atas dugaan tindak pidana yang… Read More

5 hours ago

ISEI Dorong Reformulasi Kebijakan UMKM Lewat Industry Matching di Bogor

Poin Penting ISEI dorong kebijakan berbasis praktik lapangan melalui ISEI Industry Matching bersama YDBA untuk… Read More

5 hours ago

Bank Mandiri Siapkan Rp44 Triliun Uang Tunai untuk Kebutuhan Ramadan-Lebaran 2026

Poin Penting Bank Mandiri menyiapkan Rp44 triliun uang tunai untuk ATM/CRM selama 24 Februari-25 Maret… Read More

7 hours ago

LPDP Minta Maaf atas Polemik Alumni Berinisial DS

Poin Penting LPDP menyampaikan permintaan maaf atas polemik yang ditimbulkan alumni berinisial DS dan menilai… Read More

7 hours ago