Ilustrasi: Makapai Garuda Indonesia di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang. (Foto: istimewa)
Jakarta – Maskapai Garuda Indonesia menambah frekuensi penerbangan rute Medan – Nias PP menjadi 12 kali per minggu dari sebelumnya 9 kali per minggu.
Direktur Niaga Domestik Garuda Indonesia, Nina Sulistyowati menjelaskan penambahan frekuensi penerbangan tersebut merupakan salah satu upaya perseroan untuk meningkatkan layanan pada pengguna jasanya.
“Penambahan frekuensi penerbangan yang kami lakukan tersebut merupakan upaya kami untuk memberikan kemudahan transportasi bagi para pengguna jasa kami di kedua kota untuk berbisnis dan berlibur,” tutur Nina di Jakarta, Selasa, 24 Juli 2018.
Selain itu, penambahan frekuensi ini merupakan salah satu upaya Garuda Indonesia untuk mengoptimalisasikan pangsa pasar potensial. Pertumbuhan destinasi wisata Nias sebagai salah satu destinasi wisata baru menjadikan permintaan penerbangan menuju Nias semakin meningkat.
Baca juga: Jadwal Penerbangan Garuda Terganggu Erupsi Gunung Merapi
“Dengan Tingkat keterisian penumpang mencapai lebih dari 75 persen, Nias merupakan pangsa pasar yang potensial bagi Garuda Indonesia. Melalui penambahan frekuensi ini, kami berharap bisa mengakomodir permintaan penumpang maupun potensi iklim investasi dalam mengakselerasi pertumbuhan industri pariwisata Nias,” jelas Nina.
Melalui penambahan frekuensi ini penumpang Garuda Indonesia dapat memilih jadwal penerbangan yang lebih variatif dengan koneksi penerbangan yang lebih efektif bagi penumpang, sehingga penumpang yang berangkat dari Jakarta dapat tiba di Nias di hari yang sama.
Adapun penerbangan tambahan tersebut dilayani melalui penerbangan GA 7118 yang berangkat pukul 13.15 WIB setiap hari Senin, Selasa, Rabu, Kamis dan Sabtu.
Dengan demikian saat ini Garuda Indonesia melayani rute penerbangan Medan – Nias sebanyak 12 kali perminggu yang dilayani menggunakan armada ATR 72-600 berkapasitas 70 penumpang. (*)
Poin Penting Moody’s menurunkan outlook Indonesia dari stabil menjadi negatif, namun mempertahankan sovereign credit rating… Read More
Poin Penting Penurunan outlook dari stabil ke negatif dinilai Celios sebagai peringatan terhadap arah kebijakan… Read More
Poin Penting Danamon targetkan AUM wealth management tumbuh 20 persen pada 2026, melanjutkan capaian 2025… Read More
Poin Penting Moody’s menurunkan outlook utang Indonesia dari stabil menjadi negatif, namun tetap mempertahankan peringkat… Read More
Poin Penting Di tengah pertumbuhan ekonomi nasional 5,11 persen pada 2025, Bank Mandiri mencatatkan aset… Read More
Forum Pemimpin Redaksi (Pemred) bersinergi dalam diskusi bertema "Peran Masjid Istiqlal di Era Transformasi Digital… Read More