Garuda; Perkuat rute penerbangan. (Foto: Erman)
Pangsa pasar Garuda pada rute Australia tercatat sebesar 27,7%, dan menjadi pasar potensial bagi Garuda. Dwitya Putra
Jakarta–PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (Garuda) menggandeng Tourism Australia sebagai upaya untuk turut serta mengembangkan pariwisata kedua negara.
Direktur Niaga GIAA, Handayani dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis, 3 September 2015 mengatakan, melalui kerja sama ini, Garuda dan Tourism Australia sepakat untuk mempromosikan layanan penerbangan perseroan dari dan menuju berbagai destinasi di Australia seperti Sydney, Melbourne dan Perth.
“Kerja sama ini merupakan perpanjangan dari kerja sama sebelumnya, dimana pada 2014,perseroan dan Tourism Australia berupaya untuk mempererat hubungan kedua negara dengan mempromosikan penerbangan Garuda dari dan menuju Australia melalui media konvesional dan media sosial,” kata Handayani
Lebih lanjut, kerjasama tersebut diharapkan mampu meningkatkan tingkat keterisian penumpang Garuda dari dan menuju Australia.
Dengan pangsa pasar Garuda pada rute Australia di tahun ini sebesar 27,7%, maka Australia merupakan pasar potensial bagi Garuda.
Apa lagi kata Handayani, kedekatan Indonesia dan Australia secara geografis membuat banyaknya pengguna jasa di antara kedua negara untuk berkunjung baik untuk keperluan bisnis, wisata, pendidikan maupun kesehatan.
Selain itu, kerja sama ini juga dapat memberikan nilai tambah bagi pengguna jasa Garuda dengan menawarkan rute Kangaroo Road yaitu koneksi penerbangan dari Australia menuju Amsterdam dan London, dimana penerbangan dilakukan pada sore hari dari Australia, tiba sebelum tengah malam di Jakarta untuk lanjutkan penerbangan ke Amsterdam dan tiba di Amsterdam pagi hari, sehingga perjalanan dapat dimanfaatkan untuk istirahat di dalam pesawat. (*)
Poin Penting 15,2 juta NIB diterbitkan, 14,9 juta untuk usaha mikro; masih ada 40 juta… Read More
Poin Penting Pemerintah memperpanjang penempatan Rp200 triliun di bank-bank milik negara hingga September 2026 untuk… Read More
Poin Penting Studi CELIOS menunjukkan Program MBG bisa membuang 62–125 juta porsi/minggu, merugikan negara Rp622… Read More
Poin Penting OJK menegaskan tidak ada perpanjangan waktu, semua UUS asuransi wajib spin off paling… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa ungkap sudah ada sejumlah pendaftar calon ADK OJK, terutama… Read More
Poin Penting Pemerintah memastikan dana THR 2026 sebesar Rp55 triliun telah siap dan tinggal menunggu… Read More