Categories: Ekonomi dan Bisnis

Garuda Jalin Sinergi Dengan TNI AD

Jakarta–PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (Garuda) meningkatkan sinergi dengan menyerahkan satu unit pesawat jenis Boeing 737-500 kepada TNI Angkatan Udara guna memperkuat performa aktivitas TNI AU.

Direktur Utama GIAA, M. Arif Wibowo dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis, 7 Januari 2016, mengatakan kerjasama tersebut merupakan suatu bentuk sinergi, dimana Garuda dapat membantu TNI-AU dalam memfasilitasi kebutuhan akan pesawat udara,

“Kami juga tengah melaksanakan pembaharuan (revitalisasi armadanya) dengan pesawat-pesawat yang lebih baru,” kata Arif.

Ditambahkan Arif, adanya kerja sama ini diharapkan dapat dikembangkan pada bidang-bidang lainnya yang lebih luas di masa mendatang.

Sejalan dengan pelaksanaan program pengembangan Garuda, perseroan akan terus memperbarui atau merevitalisasi armada dengan pesawat-pesawat yang lebih baru.

Garuda saat ini telah memiliki 143 pesawat yang terdiri dari 81 Boeing 737-800 NG, 9 Airbus 330-200, 13 Airbus 330-300, 11 ATR 72-600, 18 Bombardier CRJ 1000 NextGen dan 9 Boeing 777-300 ER.

Pada 2016 ini, Garuda akan mendatangkan sebanyak 15 pesawat yang terdiri dari 9 ATR 72-600, 5 Airbus 330-300 dan 1 Boeing 777-300 ER.

Sementara itu Kepala Staf TNI Angkatan Udara, Marsekal TNI Agus Supriatna, menyambut baik kerja sama yang dapat memperkuat sinergi kedua institusi dan mengharapkan membawa manfaat yang saling menguntungkan bagi kedua belah pihak.

“Langkah ini memfasilitasi kebutuhan armada pesawat kami untuk melancarkan pengangkutan personel Angkatan Udara untuk mendukung pelaksanaan tugas pasukan TNI-AU secara lebih cepat dan efisien,” paparnya.

Sebelumnya, Garuda dan TNI AU juga telah melaksanakan beberapa kerjasama, diantaranya pada 2011 lalu, perseroan dan TNI AU bekerjasama untuk pembelian dua pesawat jenis Boeing 737-400, pembelian Engine pesawat jenis CFM56-3C1, dan di 2009 Garuda bekerja sama untuk aspek SDM yang mencakup pengembangan, pelatihan dan pemanfaatan pilot, awak kabin, instruktur, dan teknisi, serta fasilitas perawatan pesawat. (*) Dwitya Putra

Paulus Yoga

Recent Posts

OJK Tunjuk Bank Kalsel Jadi Bank Devisa, Potensi Transaksi Rp400 Triliun

Poin Penting OJK menunjuk Bank Kalsel sebagai Bank Devisa sejak 31 Desember 2025 dengan masa… Read More

22 hours ago

Riset Kampus Didorong Jadi Mesin Industri, Prabowo Siapkan Dana Rp4 Triliun

Poin Penting Presiden Prabowo mendorong riset kampus berorientasi hilirisasi dan industri nasional untuk meningkatkan pendapatan… Read More

22 hours ago

Peluncuran Produk Asuransi Heritage+

PT Asuransi Jiwa BCA (BCA Life) berkolaborasi dengan PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menghadirkan… Read More

22 hours ago

DPR Desak OJK Bertindak Cepat Cegah Korban Baru di Kasus DSI

Poin Penting Pengawasan OJK disorot DPR karena platform Dana Syariah Indonesia (DSI) masih dapat diakses… Read More

22 hours ago

Penyerahan Sertifikat Greenship Gold Gedung UOB Plaza

UOB Plaza yang berlokasi di distrik bisnis Jakarta, telah menerima sertifikat dan plakat GREENSHIP Existing… Read More

1 day ago

BSI Catat Pembiayaan UMKM Tembus Rp51,78 Triliun per November 2025

Poin Penting Pembiayaan UMKM BSI tembus Rp51,78 triliun hingga November 2025, dengan Rasio Pembiayaan Inklusif… Read More

1 day ago