Ilustrasi: Makapai Garuda Indonesia di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang. (Foto: istimewa)
Jakarta – PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) mengumumkan penetapan susunan terbaru direksi dan komisaris perseroan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar di Jakarta, Senin, 30 Juni 2025.
Direktur Utama GIAA Wamildan Tsani Panjaitan menjelaskan, perombakan jajaran pengurus sebagai upaya memperkuat formasi kepemimpinan manajemen dalam mengakselerasi momentum transformasi kinerja jangka menengah hingga panjang.
“Perubahan jajaran direksi sejalan dengan kebutuhan organisasi perseroan untuk terus adaptif terhadap dinamika industri penerbangan yang kian kompetitif,” ujar Wamildan dikutip Antara, 1 Juli 2025.
Dari jajaran direksi, Garuda Indonesia menyetujui pemberhentian dengan hormat Enny Kristiani dari jabatan Direktur Human Capital & Corporate Service, Ade R. Susardi (Direktur Niaga), dan Tumpal Manumpak Hutapea (Direktur Operasi).
Kemudian, Rahmat Hanafi juga diberhentikan dari jabatan Direktur Teknik dan Prasetio dari posisi Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko.
Sedangkan dari jajaran komisaris, pemegang saham sepakat untuk memberhentikan dengan hormat Timur Sukirno dari jabatan Komisaris Independen.
Selanjutnya, pemegang saham sepakat mengangkat empat direktur baru berdasarkan usulan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Mereka adalah Eksitarino Irianto yang diangkat sebagai Direktur Human Capital & Corporate Service, Reza Aulia Hakim sebagai Direktur Niaga, Dani Haikal Irawan sebagai Direktur Operasi, dan Mukhtaris sebagai Direktur Teknik.
RUPSLB Garuda Indonesia juga sepakat mengangkat Mawardi Yahya sebagai Komisaris Independen.
Dengan demikian, berikut susunan Dewan Komisaris dan Direksi Garuda Indonesia sesuai putusan RUPSLB 2025”
Poin Penting 15,2 juta NIB diterbitkan, 14,9 juta untuk usaha mikro; masih ada 40 juta… Read More
Poin Penting Pemerintah memperpanjang penempatan Rp200 triliun di bank-bank milik negara hingga September 2026 untuk… Read More
Poin Penting Studi CELIOS menunjukkan Program MBG bisa membuang 62–125 juta porsi/minggu, merugikan negara Rp622… Read More
Poin Penting OJK menegaskan tidak ada perpanjangan waktu, semua UUS asuransi wajib spin off paling… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa ungkap sudah ada sejumlah pendaftar calon ADK OJK, terutama… Read More
Poin Penting Pemerintah memastikan dana THR 2026 sebesar Rp55 triliun telah siap dan tinggal menunggu… Read More