Ilustrasi: Makapai Garuda Indonesia di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang. (Foto: istimewa)
Jakarta – PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) menyatakan telah ikut serta dalam dalam hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue ke anak usahanya, yakni PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI).
Berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), proses penambahan modal lewat rights issue tersebut dilakukan dengan bentuk setoran selain uang atau inbreng senilai Rp418,28 miliar.
“Pelaksanaan HMETD Perseroan dalam proses Penambahan Modal dengan HMTED yang dilakukan oleh GMFI dengan cara penyetoran dalam bentuk setoran selain uang (inbreng) berupa bangunan hangar dan fasilitas pendukungnya sebagaimana tertuang dalam Akta Inbreng, yang merupakan Transaksi Afiliasi sebagaimana dimaksud dalam POJK 42/2020,” tulis manajemen GIAA dikutip, 3 Januari 2025.
Baca juga: Permudah Perjalanan, Garuda Indonesia Gandeng BCA Digital Luncurkan Garuda x bluDebit Card
Adapun, persetujuan atas objek transaksi afiliasi yang akan diterima oleh GMFI berdasarkan Akta Inbreng adalah sebagai berikut:
Nantinya, kompensasi yang berhak diterima oleh Perseroan sebanyak 9.093.245.600 lembar saham Seri B, masing-masing saham berharga Rp25 atau dengan nilai nominal seluruhnya sebesar Rp227,33 miliar.
Baca juga: Kejar Target Free Float, J Trust Bank Siap Right Issue di Semester I 2025
“Perseroan telah mengkaji bahwa transaksi ini mendukung penguatan sinergi di dalam grup usaha, khususnya dalam memaksimalkan efisiensi operasional dan meningkatkan nilai strategis aset melalui pengelolaan oleh entitas yang memiliki kompetensi khusus, dalam hal ini GMFI,” jelasnya.
Transaksi ini dilakukan sesuai dengan prinsip tata kelola perusahaan yang baik Good Corporate Governance (GCG), termasuk mendapatkan persetujuan dari organ perusahaan yang berwenang serta memastikan transparansi kepada pemangku kepentingan. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting Allianz Indonesia memperkuat kanal keagenan (ASN) dan bancassurance melalui kickoff awal 2026 untuk… Read More
Poin Penting BRI menerbitkan Surat Berharga Komersial (SBK) senilai Rp500 miliar, menjadi yang pertama di… Read More
Poin Penting Pelaporan SPT via Coretax capai 126.796 SPT hingga 12 Januari 2026 pukul 14.00… Read More
Poin Penting DBS Bank memproyeksikan IHSG menguat ke level 9.800 pada 2026, ditopang fundamental pasar… Read More
Poin Penting IHSG berbalik menguat pada pembukaan perdagangan 13 Januari 2026, naik 0,56 persen ke… Read More
Poin Penting Produksi minyak Venezuela rendah, invansi AS tak berdampak besar ke harga energi global.… Read More