{esawat Garuda Indonesia mejeng di bandara. (Foto: Erman)
Jakarta–PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (Garuda) bekerja sama dengan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) menyelenggarakan “Garuda Indonesia Travel Fair (GATF) 2016”.
Kerja sama ini merupakan komitmen kedua perusahaan untuk mendukung program pemerintah dalam pengembangan pariwisata nasional.
Direktur Niaga Garuda, A. Toni Soetirto mengungkapkan program ini merupakan yang kedua kalinya, pada tahun lalu Garuda berhasil mendatangkan sebanyak 117.000 orang pengunjung dengan jumlah total penjualan mencapai Rp238 miliar.
Untuk program GATF kali ini diikuti oleh Garuda Indonesia group dan mitra usaha yang terdiri dari 52 travel agent, 9 hotel dan theme park, 3 national tourism organization, 13 corporate dan travel equipment serta media partner.
“GATF 2016 ini juga mengikut sertakan beberapa mitra binaan Garuda Indonesia dan BNI,” kata Toni di Jakarta, 19 April 2016.
Selama pelaksanaan acara ini sendiri lanjut Toni para pengunjung akan mendapatkan berbagai penawaran khusus untuk 7 destinasi favorit antara lain Singapore, Hongkong, Osaka, London, Denpasar, Lombok, Raja Ampat, serta beragam penawaran menarik lainnya.
Selain itu dalam pagelaran program andalan ini, pengunjung juga bisa membeli tiket diskon hingga 80% pukul 10:00-12:00 dan 16:00-18:00 untuk rute internasional.
Di tempat yang sama, Direktur Consumer Banking BNI Anggoro Eko Cahyo mengatakan, kerja sama ini sangat positif buat BNI sebagai bank patner karena dapat mendorong fee based income perusahan lewat kartu kredit maupun debit perseroan.
“Dengan adanya target transaksi sebesar Rp250 miliar dari 150.000 pengunjung. Kita harapkan dapat mendorong perolehan fee based income. Terlebih Feebase kita yang terbesar saat ini masih dari e-banking,” tambah Anggoro. (*) Dwitya Putra
Editor: Paulus Yoga
Poin Penting BRI Life dan RS Awal Bros Group meresmikan fasilitas rawat inap premium The… Read More
Poin Penting Jamkrindo membukukan laba sebelum pajak Rp1,28 triliun dan laba bersih Rp1,05 triliun di… Read More
Poin Penting Status Indonesia tetap di kategori Secondary Emerging Market versi FTSE Russell dan tidak… Read More
Poin Penting Ancaman siber di Indonesia meningkat tajam pada 2025, dengan jutaan serangan berhasil diblokir… Read More
Poin Penting Rupiah dibuka melemah ke Rp17.035 per dolar AS, tertekan penguatan dolar AS. Sentimen… Read More
Poin Penting IHSG dibuka melemah 0,89 persen ke level 7.214,17 pada awal perdagangan (9/4), dari… Read More