Jakarta – Anak perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Asuransi Asei Indonesia (Asuransi Asei) meluncukan dua produk asuransi terbaru, yaitu Medical Malpractice Insurance dan Motor Vehicle Insurance.
Direktur Utama Asei, Achmad Sudiyar Dalimunthe menjelaskan, peluncuran produk baru ini merupakan bagian dari diversifikasi produk sekaligus sebagai bagian dalam pengembangan proses bisnis Asei dengan mengandalkan digitalisasi yang menyeluruh.
“Kedua produk ini diharapkan tidak hanya memberikan solusi perlindungan tetapi juga menawarkan layanan yang mudah diakses termasuk dalam pemberian layanan klaim yang cepat,” ujar Achmad Sudiyar Dalimunthe dalam keterangan resminya dikutip 22 Juli 2024.
Baca juga: Asei Dukung Pelaku Usaha Kopi dan Kakao Jabar Rambah Pasar Filipina
Lebih jauh dia menjelaskan, Medical Malpractice Insurance dirancang untuk memberikan perlindungan menyeluruh bagi aktivitas tenaga medis, seperti dokter, bidan, dan tenaga kesehatan lainnya dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
“Produk ini memberikan perlindungan menyeluruh bagi aktivitas mereka, mencakup risiko malpraktik dan tanggung jawab hukum, sehingga para tenaga medis dapat dengan nyaman memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat,” jelasnya.
Baca juga: OJK Tegaskan Asuransi Wajib Kendaraan Masih Tunggu Peraturan Pemerintah
Sementara untuk Motor Vehicle Insurance, Asei memberikan proteksi untuk menjaga keamanan kendaraan dengan perlindungan komprehensif dan Total Loss Only serta perluasan seperti tanggung jawab pihak ketiga dan risiko bencana alam, termasuk kerusakan akibat kecelakaan hingga pencurian.
Ke depan, Asei akan terus berinovasi dan memberikan layanan terbaik kepada para pelanggan melalui pengembangan produk serta peningkatan layanan melalui digitalisasi. (*)
Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More
Poin Penting Realisasi investasi hilirisasi 2025 mencapai Rp584,1 triliun, tumbuh 43,3 persen yoy dan menyumbang… Read More
Poin Penting Avrist pindah kantor pusat ke Wisma 46 untuk mendukung pertumbuhan bisnis. Target pertumbuhan… Read More
Poin Penting Penempatan dana Rp276 triliun di bank pelat merah dinilai tidak signifikan mendorong perekonomian,… Read More
Poin Penting Gita Wirjawan menilai kehadiran BPI Danantara di WEF 2026 berpotensi menjadi magnet utama… Read More